Lestarikan Budaya, Pemkot Kediri Gelar Tarung Bebas Pencak Dor

Yovie Wicaksono - 10 September 2018
Pertarungan bebas Pencak Dor di Kota Kediri (foto Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sebuah panggung berukuran 8 m x 8m berdiri kokoh di tengah lapangan Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sabtu (8/9/2018) malam. Diatas panggung berdiri dua orang petarung yang siap saling beradu fisik sambil memperagakan keterampilan bela diri yang dimiliki. Masyarakat Kediri menyebutnya dengan sebutan Pencak Dor.

Di kalangan masyarakat, kesenian tarung bebas pencak dor ini merupakan bagian dari budaya masyarakat Kediri, yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Jadi ke 1.139 Kota Kediri. Menurut Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, acara ini diharapkan dapat membawa keberkahan untuk Kota Kediri ke depan. Ia juga menekankan yang terpenting adalah semua pihak bersama sama bisa menjaga suasana kondusif selama acara berlangsung.

“Saya mewakili Pemerintah Kota Kediri mengucapkan terima kasih, untuk panitia yang memfasilitasi dan bersama-sama untuk menguri-nguri kebudayaan kita,” terang Abu Bakar.

Meski berlangsung pertarungan bebas di atas gelangang, terdengar lantunan shalawatan sehingga membuat suasana lebih sejuk. Hal ini yang menjadi pembeda antara kesenian pencak dor, dengan pertarungan bebas lainnya.

Peserta tarung bebas pencak dor ini diikuti oleh berbagai lapisan dan golongan masyarakat. Mereka rata-rata merupakan petarung dan pendekar yang mewakili sejumlah perguruan bela diri.

Selain Wali Kota Kediri, turut hadir dalam acara ini yakni Komandan Brigif 16 Mekanis Wira Yudha Kol (inf) Slamet Riyadi, Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi, serta Ketua Paguyuban Pencak Dor Zainal Abidin.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.