Lebaran Usai, Harga Telur Justru Melambung

Petrus - 3 July 2018
Pedagang telur di pasar tradisional Kota Kediri (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Harga telur di pasaran mengalani kenaikan dalam sebulan terakhir, pasca Hari Raya Idulfitri. Kenaikan harga itu tidak sama antara satu pedagang dengan yang lainnya. Harga eceran tertinggi yang dijual pedagang telor ke konsemen seharga Rp. 25 ribu per kilogram. Padahal pada hari raya Idulfitri kemarin, harga telur masih di kisaran Rp. 20 ribu per kilogram.

Harga telur di Pasar Tradisional Kelurahan Bandar Lor misalnya, umumnya para pedagang masih menjual dengan harga relatif tinggi atau seharga Rp. 25 ribu per kilo. Sementara untuk harga telur di Pasar Bandar, tidak sama dengan yanga ada di pasar tradisional Pahing, Kota Kediri, yang cenderung lebih murah.

Menurut keterangan salah satu pedagang di Pasar Tradisional Pahing, bu Tris mengatakan, harga telur terus mengalami perubahan pada saat sebelum Ramadhan, Lebaran hingga pasca Lebaran.

Ia menjelaskan, jika sebelum Ramadhan harga telur dijual Rp. 18 ribu per kilogram, memasuki masa Lebaran naik menjadi Rp. 20 ribu perkilogram.

Kini pasa saat pasca Lebaran, harga terus naik hingga kisaran Rp. 23.500 per kilogram, bahkan ada yang menjual hingga Rp. 25 ribu perkilogram. Perubahan harga telur terakhir kali, sudah berlangsung semenjak lima hari ini.

“Sekarang per kilogramnya Rp. 23.500. Padahal sebelumnya per kilo Rp. 18 ribu hingga Rp. 20 ribu, saat lebaran lalu,” katanya.

Meski mengalami perubahan harga, stok atau ketersediaan telur ayam di pasaran masih mencukupi di Kota Kediri. Kenaikan harga telur menurutnya, disebabkan berakhirnya operasi pasar yang digelar oleh pemerintah saat Lebaran.

“Setelah pasar murah sudah tidak ada, harga telur malah naik. Tetapi pasokannya tetap lancar,” Pungkasnya.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.