Lari Maraton Sambil Mengenal Potensi Wisata dan Ikon Surabaya

Petrus - 21 July 2017
Salah satu sudut Kota Surabaya, yang menjadi ikon serta tujuan anak muda penghobi skeatboard dan sepeda BMX (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Kota Surabaya akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala internasional pada pertengahan Agustus 2017. Ribuan pelari dari dalam negeri maupun mancanegara, dijadwalkan akan tampil di ajang lari marathon bertajuk “Surabaya Half Marathon 2017” pada Minggu, 13 Agustus 2017.

Surabaya Half Marathon 2017 yang digelar Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya, tidak hanya terkait kegiatan lomba lari, tapi juga bagian dari promosi untuk mengenalkan potensi Surabaya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya, Afghany Wardhana mengatakan, Pemkot Surabaya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta dinas terkait lainnya siap untuk ikut menyukseskan acara ini. Terlebih kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi Kota Surabaya.

“Acara ini sangat membanggakan. Selain menggelorakan olahraga dan mendongkrak perekonomian, acara ini diharapkan dapat mendorong dunia wisata di Surabaya, meski destinasi nya berbeda,” kata Afghany.

Acara “Surabaya Half Marathon 2017” itu nantinya akan digelar di kawasan bekas lokalisasi Dolly di Putat Jaya, merujuk pada acara serupa yang digelar sebelumnya yaitu “Dolly Night Fun Run”.

“Antusiasme warga Surabaya untuk berpartisipasi di Dolly Night Fun Run ternyata sangat luar biasa. Kini, dengan APPBI punya ide ini, kami berharap bisa lebih luar biasa. Tidak hanya olahraganya, tapi juga mendorong perekonomian dan potensi wisata Surabaya,” lanjutnya.

Ketua DPD APPBI Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi mengungkapkan, panitia menargetkan sekitar 3.000 pelari yang tampil pada “Surabaya Half Marathon 2017”. Ini dilihat dari animo peserta yang cukup tinggi, dimana sudah sekitar 2.000 pelari yang mendaftar, baik dari Indonesia maupun dari luar negeri seperti Kenya, Ethiopia, Jepang, Swedia, Irak, Korsel dan China.

“Kami berharap ada lebih banyak lagi pelari yang akan tampil. Dan kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Surabaya atas dukungan penuhnya. Selain pelari Indonesia, sudah ada 21 pelari dari luar negeri yang mendaftar,” ujarnya.

Kegiatan lari marathon ini akan diikuti dengan rangkaian hari belanja diskon, yang diikuti oleh tempat perbelanjaan atau mall anggota APPBI selama periode 13-20 Agustus.

“Melalui Surabaya Half Marathon ini, pelari dari luar negeri tidak hanya akan tahu keindahan taman-taman di Surabaya. Mereka juga bisa tahu bahwa Surabaya juga destinasi belanja. Para pelari dari luar negeri bisa ikut menikmati pesta diskon,” kata Sutandi.

Surabaya Half Marathon 2017 terbagi dalam tiga kategori, yakni kategori half marathon atau jarak 21 kilometer, 10 kilometer dan 5 kilometer. Panitia memberikan batasan usia dikarenakan pertimbangan kesehatan pelari. Semisal untuk kategori 21 K, pelari yang tampil minimal berusia 18 tahun. Sementara untuk 10 K dan 5 K, minimal 12 tahun.

“Total hadiahnya sebesar Rp 168 juta. Nantinya semua pelari yang masuk garis finish akan mendapatkan medali,” kata Fransisca Maria, Ketua Panitia Surabaya Half Marathon 2017.

Rute lari akan start dan finish di depan Grand City Mall, dengan melintasi jalan-jalan protokol di Surabaya. Untuk kategori 21 K, rute yang dilalui mulai dari GC menuju arah Monkasel, Tugu Bambu Runcing, Taman Bungkul, berbelok ke depan Kebun Binatang Surabaya. Kemudian menuju Jalan Adityawarman hingga depan gedung TVRI, dan berputar balik ke Jalan Indra Giri, Raya Darmo, dan mengarah ke Tunjungan. Setelah melintasi Embong Malang, Tugu Pahlawan, arah Siola, Grahadi dan Balai Kota, pelari finish di Grand City.

Sementara untuk rute 10 K, dari Patung Kerapan Sapi akan berputar menuju Tunjungan lalu ke Jalan Embong Malang hingga Grand City. Sedangkan kategori 5 K, dari Tunjungan akan langsung belok kiri kembali ke arah Grand City.

“Untuk rutenya, selain mengenalkan mal-mal, juga monumen bersejarah di Surabaya seperti Tugu Pahlawan. Termasuk taman-tamannya seperti Taman Bungkul. Maksudnya agar para pelari bisa mengetahui potensi Surabaya,” imbuh Willy Widjadja, dari komunitas pelari WEE Run.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.