Kunjungi Selandia Baru, Presiden Jokowi Angkat Isu Persamaan Gender Hingga Ekonomi

Petrus - 20 March 2018
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana saat kunjungan kerja di Selandia Baru (foto : Istimewa)

SR, Selandia Baru – Isu persamaan gender menjadi salah satu topik yang dibahas Presiden Joko Widodo, saat bertemu dengan Gubernur Jenderal Selandia Baru Dame Patsy Reddy, di Government House, Wellington. Ia berharap pembahasan tentang gender dapat meningkatkan kerja sama kedua negara.

“Saya mendapatkan informasi mengenai ketertarikan Yang Mulia di bidang gender equality. Walaupun penduduk kami mayoritas Muslim, namun kemajuan wanita di Indonesia sangat luar biasa,” kata Presiden Joko Widodo, Senin (19/3/2018).

Ia mengatakan, bahwa dirinya juga seorang champion dalam kampanye “HeForShe”. Kampanye ini adalah sebuah gerakan yang diluncurkan oleh UN Women, organisasi PBB yang didedikasikan untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sejak 2014.

“Saya memiliki 8 menteri wanita dari 34 menteri, dan mereka memegang portofolio yang strategis,” katanya.

Selain kesamaan visi dalam isu kesetaraan gender, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia dan Selandia baru merupakan sama-sama negara kepulauan. Dengan kondisi geografis tersebut, maka masalah konektivitas menjadi sangat penting.

“Sebagaimana Selandia Baru yang memiliki banyak pulau, Indonesia juga memilik pulau yang sangat banyak. Jumlah pulau kami lebih dari 17 ribu pulau. Dengan kondisi geografis seperti ini maka pembangunan infrastruktur dan konektivitas merupakan prioritas saya, agar semua wilayah di Indonesia merasakan hasil pembangunan,” ujar Jokowi.

Menurut Kepala Negara, hubungan Indonesia dan Selandia Baru berjalan dengan baik karena hubungan tersebut didasarkan pada dua prinsip, yaitu saling menghormati dan saling menguntungkan.

Oleh karena itu, Jokowi berharap hubungan yang telah baik ini dapat diisi dengan berbagai kerja sama, diantaranya dalam bidang ekonomi dan people to people contact. Bidang energi terutama geothermal contohnya, adalah salah satu bidang kerja sama yang sudah lama dilakukan Indonesia dan Selandia Baru. Kerja sama ini sudah mulai dilakukan sejak tahun 1970, termasuk pembangunan power plant.

Kemudian, kerja sama antar masyarakat atau people to people contact. Tercatat 5.500 warga negara Indonesia (WNI) tinggal di Selandia Baru, 1.290 orang diantaranya adalah mahasiswa yang sedang belajar di berbagai sekolah dan universitas.

“Terimakasih telah memperlakukan para Warga Negara Indonesia dan pelajar Indonesia dengan baik,” kata Jokowi.

Di akhir pidatonya, Jokowi mengundang David Gascoigne, yang merupakan suami Gubernur Jenderal Patsy Reddy untuk datang ke Indonesia.

“Saya yakin Yang Mulia akan menyukai Indonesia yang memiliki banyak sekali ragam budaya dan seni. Saya tunggu kehadiran Yang Mulia di Indonesia,” tandas Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.