Kunjungi Rumah Budaya Osing, Puti Guntur Soekarno Ikut Menari Gandrung

Petrus - 28 January 2018
Mbak Puti ikut menari bersama para penari Gandrung saat berkunjung di Rumah Budaya Osing, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi (foto : Superradio/Fransiskus Wawan)

SR, Banyuwangi – Dalam rangkaian kunjungan ke Banyuwangi, Puti Guntur Soekarno yang maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Timur berpasangan dengan Saifullah Yusuf, disambut meriah di kampung adat suku Osing, di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Mbak Puti, demikian sapaan akrabnya, terlihat tertarik untuk ikut menari Gandrung, mengikuti gerakan penari yang menyambutnya.

Tetua adat Osing, Kang Pur, sangat gembira dan mengucapkan terima kasih kepada Mbak Puti yang telah menyempatkan diri berkunjung ke Desa Wisata Adat Kemiren.

“Selamat datang Mbak Puti di kampung kami. Kami senang dikunjungi. Semoga selalu ingat dengan kami,” kata Kang Pur, saat menerima kunjungan Mbak Puti, di Rumah Budaya Osing, Sabtu (27/1/2018) siang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Made Cahyana Negara. Menurutnya, Kabupaten Banyuwangi memang memelihara kampung adat Osing. Pemerintah Daerah setempat membantu melalui anggaran kepada warga yang mempertahankan model rumah adat.

“Nanti kalau Gus Ipul dan Mbak Puti terpilih, saya harap ada dukungan anggaran dari Pemprov Jatim untuk pelestarian budaya,” kata Made Cahyana.

Gamelan khas Banyuwangi ditabuh meriah saat cucu Bung Karno itu datang, yang dilanjutkan dengan jamuan makanan khas kampung adat Osing, yang disajikan dengan cara berjejer di atas tikar di tengah jalan desa.

Mbak Puti juga berkesempatan untuk melihat kehidupan di kampung Osing. Beberapa peralatan tradisional tersedia di tempat itu, seperti lesung atau alat penumbuk padi, yang digunakan untuk menyambut tamu.

Beberapa penari cantik juga ditampilkan untuk membawakan tarian Gandrung, diiringi irama gamelan dan lagu ‘Umbul-Umbul Blambangan’. Saat melihat para penari gandrung menarikan tarian khas Banyuwangi itu, Puti Guntur Soekarno pun ikut menari sambil menirukan gerakan penari Gandrung. Puti menari di atas panggung dan berbaur dengan penari, sambil menggerak-gerakkan tangan dengan selendang.

“Kita harus bangga dengan kepribadian kita, Bangsa Indonesia. Sebagai angkatan muda, saya tidak ingin meninggalkan adat tradisi dan kebudayaan kita sendiri. Dalam kebudayaan bangsa Indonesia itu, Bung Karno menggali dasar negara kita, Pancasila,” kata Puti.

Lebih lanjut Puti menyampaikan, semua mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk melestarikan budaya, yang menjadi bagian jiwa Indonesia.

“Seperti tertulis dalam lagu nasional kita ‘Indonesia Raya’: bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Saya ingin masyarakat Jawa Timur hidup bahagia dengan budayanya,” ujar Puti.

Puti pun mengutip ajaran Trisakti yang diwariskan Bung Karno, kakeknya.

“Yakni, berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan,” pungkasnya.

Setelah menari Gandrung, Mbak Puti juga disuguhi makanan khas Desa Kemiren, yakni Pecel Pitik. Bersama dengan masyarakat dan para pengurus partai pengusung, Mbak Puti makan bersama Pecel Pitik. Tidak lupa Mbak Puti juga menyempatkan mencicipi Durian Kemiren yang sudah terkenal cita rasanya.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.