Kultur Sama, Malaysia Favorit BMI Ilegal Jatim

Yovie Wicaksono - 16 January 2017
Kepala Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya, Tjipto Utomo. (Foto : Superradio/Nirwasita Gantari)

SR,Surabaya – Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya menyebut Malaysia merupakan negara yang paling banyak dituju pekerja ilegal asal Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Kepala LP3TKI Surabaya, Tjipto Utomo mengatakan, Malaysia dipilih sebagai negara tujuan karena memiliki kesamaan dalam hal kultur dan budaya. Apalagi bahasa yang digunakan juga tidak terlalu berbeda jauh.

Di Malaysia, sebagian besar pekerja ilegal asal Jawa Timur ini bekerja di perusahaan milik saudaranya sendiri dan di sektor jasa informal.

Selain Malaysia, kawasan Timur Tengah juga menjadi tujuan favorit bagi pekerja ilegal asal Jawa Timur. Di kawasan ini, mereka juga bekerja di sektor jasa informal.

Menurut Tjipto, meski sudah ada moratorium, hal itu tidak berpengaruh bagi WNI. “Setelah moratorium, banyak yang bermodus umroh, wisata serta kegiatan sosial,” ujarnya, Senin (16/1/2017).

Sekedar informasi, di 2016, ada 33 ribu buruh migran Indonesia (BMI) asal Jawa Timur yang berangkat melalui kantor pelayanan LP3TKI Surabaya di Jawa Timur, yakni P4TKI Sidoarjo, Malang, Madiun dan Banyuwangi.

Sedangkan secara nasional atau ditambah mereka yang berangkat melalui kantor pelayanan di luar Jawa Timur, jumlahnya mencapai 44 ribu orang.

“Jumlah ini yang terdata dan bukan termasuk mereka yang un prosedural,” pungkas Tjipto. (nir/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.