KPU Ponorogo Distribusikan 753.356 Surat Suara ke 1.731 TPS

Petrus - 24 June 2018
Kapolres Ponorogo memeriksa proses distribusi logistik pemilu oleh KPU Ponorogo (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada 27 Juni mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo mulai mendistribusikan 753.356 surat suara ke 1.731 TPS. Pengiriman logistik KPU Kabupaten Ponorogo ini diangkut menggunakan truk, dan dikawal ketat oleh Kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan dan kelancaran surat suara beserta kelengkapan lainnya hingga tempat tujuan.

“Pengangkutan logistik hari ini ke kecamatan, dan targetnya untuk hari ini sampai besok bisa selesai, sedangkan untuk Senin sampai Selasa sudah bisa sampai di TPS,” kata Ketua KPU Kabupaten Ponorogo, Muhammad Ikhwanudin Alfianto, Minggu (24/6/2018).

Ikhwanudin menjelaskan, selain surat suara, ada juga kotak suara, bilik pencoblosan, bantalan untuk mencoblos, papan tulis, serta alat tulis, yang akan didistribusikan. Pendistribusian ke masing-masing TPS ditargetkan selesai maksimal H-1, karena pada saat pemilu semua perlengkapan akan di cek kembali oleh panitia di masing-masing TPS.

“Pendistribusian hari ini kita prioritaskan untuk wilayah-wilayah yang jauh dan daerah pegunungan, pertimbangannya karena letak geografis dan juga dari sisi waktu lebih lama sampai ke TPS,” jelasnya.

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant menerangkan, dalam pendistribusian logistik pemilu ini pihaknya menggunakan pola pengamanan ‘aman’ dan ‘rawan 1’. Pada pola ‘aman’ adalah dengan jarak tempuhnya kurang dari setengah jam, dan tidak ada konflik serta gangguan Kamtibmasnya rendah.

“Kemudian untuk ‘rawan 1’, jarak tempuh bisa 1 sampai 2 jam, Kamtibmasnya sedang, kemudian partisipasi masyarakatnya agak kurang,” terangnya.

Radiant menuturkan, untuk daerah dengan pola ‘rawan 1’ terdapat 29 TPS, yakni 27 ada di Kecamatan Ngrayun dan 2 di Kecamatan Sambit. Hal ini karena letak geografis TPS yang ada di wilayah pegunungan, dan ada kesulitan untuk pendistribusiannya.

Terkait pelaksanaan Pilgub nanti, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 625 personil Polisi dan 325 dari TNI yang akan bekerjasama untuk mengamankan jalannya pemilu, hingga selesainya perhitungan surat.

Dari sekian banyak anggota Polri dan TNI, pola pengamanan yang akan digunakan adalah pola ‘aman’ dan ‘rawan 1’. Pola aman dengan perbandingan 2 personil  Polri untuk 5 TPS dan 10 Linmas, sedangkan  ‘rawan 1’ dengan perbandingan 2 personil Polri di 2 TPS, dan melibatkan 4 Linmas.

“Anggota Polri dan TNI akan melakukan pengawalan mulai dari tingkat TPS, kemudian dari tingkat PPK, kemudian selanjutnya akan diantar kembali ke gudang KPUD,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.