KPU Lakukan Gerakan Coklit Nasional dari Surabaya

Petrus - 21 January 2018
Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) usai apel Pelaksanaan Coklit Nasional di halaman Bali Kota Surabaya (foto : Humas Pemkot Surabaya)

SR, Surabaya – Kota Surabaya menjadi tempat pelaksanaan Gerakan Coklit Nasional, yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, Sabtu (21/1/2018). Apel kesiapan pelaksanaan tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih tahun 2018, dilakukan di halaman Taman Surya, Balai Kota Surabaya, sekaligus melepas keberangkatan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melepas keberangkatan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), dalam pelaksanaan tahapan Coklit data pemilih tahun 2018, yang prosesnya secara nasional akan berlangsung hingga 19 Februari 2018. Total jumlah PPDP yang terlibat dalam gerakan coklit ini sebanyak 4.284 dari 31 kecamatan se-Surabaya.

Tri Rismaharini meminta petugas PPDP lebih teliti dalam melakukan kroscek data di lapangan demi validitas data, yang sebelumnya dapat dilakukan pengecekan ke pihak Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) setempat.

“Bekerjalah dengan hati untuk masa depan dan kesejahteraan warga Jawa Timur,” pesan Tri Rismaharini.

Sebelum turun ke lapangan, para petugas telah dibekali dengan bimbingan dan pembekalan sebelumnya. Jika ditemukan permasalahan terkait selisih angka, Risma meminta agar hal itu segera dikomunikasikan kepada pihak kelurahan dan kecamatan.

“Mari kita lakukan dengan tulus dan ikhlas, kalau warga Jawa Timur lebih sejahtera maka Insya Allah kita juga mendapatkan pahala dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Risma.

Sementara itu Ketua KPU Pusat Arief Budiman mengatakan, sebagai penyelenggara Pemilu, termasuk Pemilihan Gubernur Jawa Timur, pihaknya telah menyebarkan petugas hingga ke desa dan kelurahan untuk melakukan tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Data Pemilih.

Gerakan coklit serentak nasional dilakukan, untuk mengingatkan semua pihak termasuk masyarakat yang menjadi pemilih dalam Pilkada pada tahapan yang sedang dijalankan.

“Anda harus betul-betul mengecek datanya, selain melakukan pencocokan data, juga harus teliti dalam bekerja,” kata Arief Budiman, Ketua KPU pusat, kepada para petugas PPDP.

Setiap PPDP, hari itu ditarget mendatangi lima rumah. Jika berhasil, maka KPU se-Indonesia berhasil mendatangi sebanyak 1,9 juta rumah se-Indonesia.

“Kalau itu berhasil kita lakukan, maka akan dicatat oleh MURI, gerakan Coklit serentak Nasional dengan jumlah rumah yang didatangi dan jumlah pemilih yang didata terbesar, terbanyak dalam satu hari,” ujarnya.

Selain Wali Kota Surabaya dan Ketua KPU pusat, juga hadir dalam apel tersebut, Ketua dan Wakil Komisi II DPR RI, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Ketua Bawaslu RI, Ketua Komnas HAM, Ketua Ombudsman, dan Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri. Usai melakukan apel, petugas PPDP melakukan kegiatan coklit ke rumah salah satu tokoh ludruk Surabaya Cak Kartolo, dan rumah mantan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.