Kota Kediri Siaga Bencana Hadapi Cuaca Buruk

Petrus - 18 January 2017
Salah satu rumah warga di Kota Kediri yang rusak akibat puting beliung (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menyatakan status siaga bencana, sebagai antisipasi dan kesiapan menghadapi potensi hujan deras disertai angin kencang pada awal tahun 2017, yang peringatannya telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG).

Kesiagaan dan antisipasi bencana yang disebabkan oleh cuaca buruk, dilakukan BPBD Kota Kediri dengan mendirikan Posko Siaga Bencana yang disiagakan di bantaran sungai Brantas. Tepatnya beradi di bagian tengah yang mengapit dua wilayah antara Kecamatan Pesantren dan Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

“Pendirian posko ini sebagai upaya antisipasi tanggap bencana, yang bertujuan mempermudah akses jangkauan dan mobilitas tim reaksi cepat BPBD dalam menangani bencana,” kata Syamsul Bahri, Kepala BPBD Kota Kediri, Rabu (18/1/2017).

Pada penghujung tahun 2016 hingga memasuki awal tahun 2017, BPBD Kota Kediri mencatat sejumlah bencana di Kota Kediri, baik yang disebabkan faktor alam seperti banjir dan puting beliung, maupun yang disebabkan karena kelalaian manusia.

Akibat puting beliung pada akhir 2016 lalu, 35 rumah warga di wilayah Kecamatan Pesantren mengalami kerusakan, mulai ringan hingga berat. Selain itu juga terjadi banjir mulai akhir tahun 2016 hingga awal tahun 2017 ini, dimana rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 60 cm.

“Banjir ini peristiwa tahunan yang terjadi di Kecamatan Mojoroto dan Kota Kediri. Kami sudah siapkan pengobatan dan bantuan medis lainnya,” ujar Syamsul Bahri, yang selalu berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk mempercepat waktu genangan dengan memperlancar saluran air.

Meski curah hujan tinggi, namun potensi kebakaran juga cukup tinggi di Kota Kediri. Tercatat 4 kali peristiwa kebakaran yang terjadi pada Januari 2017, yang disebabkan faktor kelalaian manusia.

“Kebanyakan karena kelalaian, lupa mematikan kompor dan tidak tahu jika regulator LPG bocor,” kata Syamsul.

Sementara itu Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk mengantisipasi dan menanggulangi bencana. Biaya operasional untuk siaga penanggulangan bencana Kota Kediri tercatat sebesar Rp. 1,8 miliar.

“Antisipasi menghadapi bencana ini kita sudah mempersiapkan semua,” tandas Abdullah Abu Bakar.(fl/Red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.