Kota Kediri Jadi Tujuan Pengemis Luar Daerah

Petrus - 11 March 2017
Salah satu pengemis asal Tuban yang terjaring razia Satpol PP di Kota Kediri (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Puluhan pengemis dirazia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di beberapa perempatan jalan Kota Kediri. Beberapa pengemis yang terjaring razia, salah satunya adalah Reso, warga Tuban yang merupakan mantan penyandang penyakit kusta.

Selama 3 hari mengemis, Reso mengaku mampu mengumpulkan uang antara Rp. 75 ribu hingga Rp. 90 ribu setiap harinya. Bahkan dia juga bisa mendapatkan uang hingga Rp. 150 ribu dalam sehari.

“Tiga hari ini dapat Rp. 350 ribu. Ya di lampu merah sini saja ngemisnya,” kata Reso.

Saat diamankan petugas, Reso yang mengemis dengan menyaru sebagai orang cacat ternyata dapat berjalan layaknya orang normal. Menurut pengakuannya, Reso terpaksa mengemis karena tidak mau merepotkan anak-anaknya yang hidup dengan ekonomi kurang di Tuban.

“Anak saya hidupnya pas-pasan, saya tidak mau merepotkan,” ujar Reso.

Kepala Bidang Trantip Satpol PP Kota Kediri, Nurkamid mengatakan, diamankannya para pengemis maupun anak jalananan di perempatan jalan Kota Kediri karena dianggap sudah meresahkan ketertiban umum dan pengguna jalan raya.

“Banyak pengemis yang bergaya sakit, tapi setelah kita amankan ternyata bisa jalan dan sehat. Ini sangat mengganggu masyarakat terutama pengguna jalan,” kata Nurkamid.

Banyaknya pengemis maupun anak jalanan yang meminta-minta di Kota Kediri, karena masyarakat pengguna jalan di Kediri masih banyak yang memberi uang kepada pengemis dan anak jalanan.

Penertiban akan terus dilakukan terhadap gelandangan, anak jalanan dan pengemis di Kota Kediri, sambil terus bersinergi dengan dinas sosial sebagai bentuk penanggulangan penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Masyarakat juga dihimbau agar tidak memberi uang atau sedekah kepada pengemis dan gelandangan di jalan raya, karena hal itu melanggar Peraturan Daerah nomor 1 Tahun 2016.

“Kami menghimbau masyarakat tidak memberi uang di jalanan, karena selama ini masyarakat mudah memberi sedekah,” lanjutnya.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.