Kota Batu Siap Bangun Pariwisata Berorientasi Lingkungan

Petrus - 12 March 2017
Alun-alun Kota Wisata Batu (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Kota Batu terus menanta diri menjadi salah satu kota wisata terbaik di Jawa Timur, salah satunya dengan melakukan terobosan dan inovasi pembangunan. Dikatakan oleh Walikota Batu terpilih Dewanti Rumpoko, pengembangan pariwisata menjadi program prioritas pemerintahannya kedepan, pasca dilantik menjadi Walikota Batu pada Desember 2017 mendatang.

“Batu telah berhasil membranding namanya sebagai Kota Wisata Batu, itu artinya langkah yang telah dilakukan Walikota saat ini sudah bagus dan akan diteruskan,” kata Dewanti Rumpoko.

Terobosan pertama dilakukan Walikota Eddy Rumpoko, dengan membangun Batu Night Spectacular (BNS) bersama swasta, sebagai obyek wisata baru untuk menarik wisatawan. Dilanjutkan dengan mempercantik Alun-Alun Kota Batu dengan taman dan ikon Kota Batu yaitu Apel, yang akhirnya menjadikan Kota Batu semakin diminati oleh wisatawan.

Sampai tahun 2015 kemarin, jumlah kunjungan wisatawan domestik yang datang ke batu mencapai lebih dari 4 juta wisatawan. Potensi ini harus disikapi secara serius untuk menjadikan Batu sebagai tujuan wisata alternatif selain Bali dan Yogyakarta.

“Batu itu Kota dengan 3 Kecamatan dan 24 Desa serta Kelurahan, tapi mampu menarik 4 juta wisatawan, ini yang liar biasa,” ujar Dewanti.

Peningkatan jumlah kunjungan wisata di Batu ikut mendongkrak pertumbuhan hotel dan penginapan di batu, yang berarti meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu indikasinya adalah kenaikan harga jual tanah dari sekitar Rp. 100 ribu menjadi lebih dari Rp. 1 juta per meter persegi.

Di awal pemerintahannya, Dewanti menegaskan akan mengawali program kerja dengan melakukan program kebersihan sungai, penghijauan di sumber-sumber mata air, serta kelestarian lingkungan. Dewanti berpendapat, bahwa bisnis dan pariwisata apa pun jangan sampai mengganggu kelestarian alam. Bumi dan kelestarian alam tidak boleh rusak dan harus dijaga, bila tidak ingin keseimbangan ekosistem ikut terganggu.

“Di Batu ada sumber mata air dan hulu dari Kali Brantas, maka ini harus dijagatetap lestari,” kata Dewanti.

Pemerintah Kota Batu kedepan tidak akan mengeluarkan lagi izin pendirina hotel, serta tidak memperbolehkan alih fungsi lahan pertanian yang ada saat ini.

“Tanah pertanian sudah tidak boleh sama sekali dialih fungsikan, termasuk untuk hotel. Saya jamin tidak membuka di lahan pertanian,” tegas Dewanti.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.