Konsulat RI Songkhla Bebaskan 11 Nelayan WNI

Yovie Wicaksono - 9 April 2019
Ilustrasi Kapal. Foto : (Istimewa)

SR, Thailand – Konsulat RI (KRI) Songkhla membebaskan 11 warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh pada Senin (8/4/2019), yang ditahan Aparat Keamanan Thailand karena melakukan pelanggaran batas wilayah. 11 WNI tersebut ditahan beserta kapal yang digunakan, yakni KM Harapan Baroe 01 (KMB01).

Konsul RI Songkhla, Fachri Sulaeman mengatakan, sejak mendapatkan informasi mengenai penangkapan tersebut, KRI Songkhla memberikan upaya perlindungan secara maksimal.

“Kita mencoba meyakinkan otoritas Thailand bahwa mereka tidak sengaja memasuki perairan Thailand, tetapi terdampar akibat kerusakan mesin dan minimnya peralatan navigasi”, ungkap Fachri melalui keterangan resmi yang diterima Super Radio, Selasa (9/4/2019).

“Saya sendiri atas perintah Menlu menemui Komandan RTN Phang Ngah dan saya difasilitasi untuk melihat kondisi kapal dan awaknya”, imbuh Fachri.

Pelepasan secara resmi dilakukan langsung oleh Komandan Royal Thai NAVY (RTN) Phang Ngah, Thailand, Laksamana Muda Nataphon Malarat, setelah KMHB 01 menjalani perbaikan mesin, pengisian bahan bakar dan pengisian logistik untuk 3 hari pelayaran ke Aceh.

Saat pembebasan dilakukan, kondisi 11 WNI dalam keadaan sehat dengan bantuan logistik dari KRI Songkhla. Diperkirakan kapal KMHB 01 akan tiba kembali di perairan Aceh pada tanggal 11 April 2019.

Sekedar informasi, KMHB 01 ditahan oleh aparat keamanan laut Thailand pada 5 April 2019, sekitar 30 mil memasuki perairan Thailand. Selain karena memasuki perairan Thailand tanpa ijin, penangkapan juga dilakukan karena perairan tersebut telah dinyatakan steril sementra waktu karena sedang digunakan untuk latihan militer oleh Angkatan Bersenjata Thailand. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.