Komunitas Seni Jerman Akan Gelar Konser di Kampung Inggris Dolly

Fena Olyvira - 9 February 2019
Seorang Relawan Mengajar Bahasa Inggris kepada Anak-anak di Sela Acara Festival Bule Ngecet di Kampung Inggris Dolly, Surabaya. Foto : (Antara)

SR, Surabaya – Sejumlah komunitas seni asal Jerman berencana menggelar konser musik di Kampung Inggris di eks lokalisasi Dolly, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada akhir Februari 2019.

“Pada 25 Februari ini, kami kedatangan tamu asing dari Jerman yang akan konser musik, sekaligus diskusi dan orasi kebudayaan sebagai kekuatan alternatif melakukan perubahan sosial,” kata Direktur Dolly English Club, Cahyo Wahyu, kepada Antara di Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

Menurut Cahyo, pihaknya berupaya membantu warga eks lokalisasi Dolly dan Jarak menata pelan-pelan kehidupannya, salah satunya dengan mendatangkan minimal 8.000 tamu ke Dolly, seperti ketika masih buka sebagai lokalisasi.

“Cuman hari ini kita ganti menjadi wisata edukasi dan budaya,” katanya.

Cahyo menjelaskan, Kampung Inggris mulanya tempat belajar berbahasa Inggris di Jalan Brawijaya, Pare, Kediri, Jawa Timur.

Namun, berangkat dari inisiatif berbagai pihak, ditambah dukungan Pemerintah Kota Surabaya, dibuatlah konsep serupa yakni kampung wisata edukasi sebagai pengganti lokalisasi yang sudah ditutup dengan Kampung Inggris Dolly yang diresmikan pada Mei 2018,

Banyak anak-anak di kawasan Dolly yang tertarik belajar bahasa Inggris di kampung Inggris Dolly. “Saat ini sudah ada 400 anak mulai dari TK hingga SMP yang belajar di Kampung Inggris,” katanya.

Adapun para pengajar itu berasal dari berbagai lembaga, di antaranya Pusat Studi Bahasa Universitas Dr Soetomo (Unitomo), Gereja Yesus Kristus, komunitas “Young and Dangerous”, dan Wanita Muslimah Indonesia.

Untuk tempat belajarnya berada di delapan titik yang tersebar di enam RT di Putat Jaya C Timur, Surabaya. Untuk kelasnya ada yang ditempatkan di rumah ketua RT, RW, dan Balai RW.

Tidak menutup kemungkinan indekos yang sudah lama kosong pasca-penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak akan disewa kembali sebagai asrama murid yang menginap. Penyewaan indekos ini diharapkan juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar.

“Intinya kami ingin meramaikan Dolly seperti dulu, tapi dengan suasana yang berbeda,” katanya. (*/ant/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.