Kompensasi Tol Belum Jelas, Warga Magetan Unjukrasa di Kantor PT Waskita

Petrus - 29 March 2017
Mediasi antara warga dengan PT. Waskita terkait tuntutan kompensasi dampak pembangunan tol bagi warga (foto : Superradio/Sugeng Harianto)

SR, Magetan – Puluhan warga Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, mendatangi kantor PT Waskita di Desa Kartoharjo, Kecamatan Kartoharjo, Rabu (29/3/2017). Warga berunjukrasa menuntut kejelasan kompensasi imbas pembangunan proyek jalan tol Ketosono-Sono, yang melewati wilayah Magetan. Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi blokir jalan beberapa hari lalu.

Eni (40) salah satu warga yang terkena dampak karena usaha toko atau warungnya terdampak debu pembangunan proyek jalan tol. Banyaknya debu yang melanda kawasan permukiman warga, mengakibatkan omset penjualannya menurun hingga 50 persen. Selain itu lewatnya kendaraan berat atau truk pengangkut tanah urug yang melewati akses jalan yang tidak jauh dari permukiman warga, mengakibatkan rumah warga bergetar sehingga membuat warga was-was.

“Omset turun drastis untuk penjualan di toko saya, biasanya sehari bisa Rp. 2 juta, kini untuk dapat Rp. 1 juta saja susah,” terang Eni.

Kedatangan warga disambut oleh Humas PT Waskita Karya, Dinas Perhubungan, Dinas PU, Unit Lantas Polres Magetan serta perwakilan DPRD Kabupaten Magetan.

Dalam mediasi antara pihak warga dengan PT Waskita, beberapa keluhan diungkapkan oleh warga, antara lain penyakit ISPA yang mulai menyerang warga akibat polusi debu. Warga meminta PT. Waskita memberikan dana kompensasi kesehatan, di samping tuntutan lain seperti perbaikan jalan, serta penyiraman jalan yang berdebu.

Sementara itu pihak PT Waskita belum bisa memutuskan mengenai dana kompensasi, dan menjanjikan memberi jawaban hingga 2 minggu kedepan.

“Ini keputusan bersama, kita laporkan dulu ke kantor pusat, 2 minggu ada jawaban,” jelas Amrul, Humas PT Waskita.(sh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.