KLHK Terus Pantau Pencemaran Minyak di Teluk Balikpapan

Petrus - 6 April 2018
Kondisi pencemaran minyak di Teluk Balikpapan (foto : Istimewa)

SR, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus memantau kondisi dampak pencemaran minyak di Teluk Balikpapan, Jumat (6/4/2018). Hasilnya, masih terdapat sisa tumpahan minyak yang berada di sekitar perairan teluk Balikpapan, meski jumlahnya sudah sangat berkurang bila dibandingkan kondisi beberapa hari sebelumnya. Di beberapa titik masih ditemukan kantong-kantong minyak yang masih relatif tebal.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan, di beberapa lokasi perumahan masih ditemukan minyak khususnya di tiang dan kolong rumah bermodel rumah pasang surut, di wilayah Kelurahan Margasari, Kelurahan Kampung Baru Hulu, dan Kelurahan Kampung Baru Hilir, serta Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat.

“Sebagai langkah pembersihan, kami meminta PT Pertamina untuk membersihkan dengan mengambil minyak pada titik-titik yang masih terdapat gumpalan minyak, sehingga tidak terjadi penyebaran,” ujar Rasio Ridho.

Saat ini KLHK masih terus melakukan pengambilan sampel dan data-data terkait pencemaran akibat tumpahan. Berdasarkan analisis citra satelit LAPAN dengan data Landsat 8 dan Sentinel 1A, diestimasikan tumpahan minyak mencakup area seluas 12.987,2 Ha, dan panjang pantai yang terdampak di sisi Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Pasir Utara mencapai lebih kurang 60 km.

Investigasi yang dilakukan KLHK sejak tim ini dikirimkan adalah pengambilan sampel di 1 titik water control quality, 1 titik sea water control quality, dan 13 titik kualitas air laut, hingga penyelaman untuk mengambil sedimen dan sampel permukaan air laut di area sekitar TKP.

Selain itu, pengawas KLHK juga melakukan pengawasan terhadap sistem penyaluran minyak baik crude oil maupun produk. Hal ini untuk memastikan kepatuhan terhadap perizinan yang ada, guna menjamin keamanan lingkungan.

KLHK juga meminta kepada GM Pertamina Balikpapan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak, terutama yang berada dekat lokasi kejadian. Selain dampak adanya minyak diperairan, dampak lainnya adalah lepasnya Volatile Organic Compound (VOC) ke udara yang menimbulkan bau tajam dan mengganggu kesehatan masyarakat.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Direktur Reskrimsus Polda Kaltim, terkait penegakan hukum. Mereka akan melakukan penyidikan pidana, dan KLHK akan membantu pengusutan untuk menghitung ganti rugi terhadap kerugian yang dialami oleh masyarakat atas kejadian ini,” kata Rasio Ridho.

Ia memastikan KLHK akan memeriksa hukum perdata dan sanksi administratif, serta mediasi masyarakat.

“Di lapangan sangat jelas masyarakat mengharapkan dukungan pemerintah untuk mediasi tersebut, dan kita akan melakukannya,” kata Rasio Ridho.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.