Klarifikasi PDI Perjuangan Jatim Tentang Djarot

Petrus - 3 February 2017
Ketua dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi dan Sri Untari Bisowarno, memberikan keterangan pers dan klarifikasi terkait kampanye negatif yang menyerang Djarot Saiful Hidayat (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengklarifikasi munculnya kampanye negatif, yang menyerang Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI Perjuangan, yaitu Djarot Saiful Hidayat. Serangan kepada Djarot Saiful Hidayat dilakukan sejak 3 hari lalu di media sosial, yang menampilkan informasi mengenai kebohongan prestasi Djarot saat menjabat sebagai Walikota Blitar selama 2 periode.

Informasi itu didasari berita di salah satu media online tahun 2014 lalu, yang mengangkat pernyataan Walikota Blitar saat ini, yaitu Samanhudi Anwar yang tidak mendukung pencalonan Djarot pada Pilkada DKI Jakarta. Dalam berita itu tidak ada tanggapan dari Djarot atas pernyataan Samanhudi itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi mengatakan, klarifikasi ini dilakukan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, karena Dajarot maupun Samanhudi merupakan kader dan fungsionaris partai.

“Kenapa hari ini kami melakukan klarifikasi, kami juga bertanya kenapa hari ini juga ada berita itu yang diunggah lagi. Karena ada nuansa atau kepentingan politik di belakang itu, maka kami sebagai institusi di PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur wajib menjelaskan bagaimana yang sebenarnya,” terang Kusnadi.

Kusnadi menegaskan bahwa pernyataan Samanhudi seperti dikutip di media online pada tahun 2014 tidak benar. Hal ini didasari klarifikasi yang dilakukan Kusnadi pada 2014 lalu, maupun beberapa hari terakhir saat informasi di media sosial itu muncul kembali saat ramai-ramainya Pilkada DKI Jakarta.

“Informasi bahwa pak Samanhudi tidak mendukung pencalonan pak Djarot adalah hoax atau bohong. Dan ini merupakan upaya memecah belah kader partai,” kata Kusnadi.

Saat memberikan keterangan pers di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, memperdengarkan rekaman pernyataan Samanhudi Anwar kepada wartawan. Dalam rekaman yang dibuat, Samanhudi menegaskan bahwa informasi itu tidak benar, dan dirinya mendukung pemenangan Ahok dan Dajrot pada Pilkada DKI Jakarta.

“Tadi rekamannya sudah kita dengarkan bersama, saat ini pak Samanhudi sedang sakit, dan beliau juga mengatakan tidak pernah memberikan pernyataan apa pun terkait Pilkada DKI Jakarta karena sedang sakit dan HP dimatikan,” ujar Sri Untari.

Kusnadi menambahkan, selama menjadi Walikota Blitar 10 tahun, Djarot termasuk kepala daerah yang berprestasi dan didukung sepenuhnya oleh partai maupun kader PDI Perjuangan.

“Prestasi pak Djarot banyak sekali selama menjabat Walikota Blitar 2 periode, ini artinya apa yang dikerjakan pak Djarot banyak keberhasilan,” lanjut Kusnadi.

Tidak hanya Djarot, prestasi Walikota Blitar saat ini yaitu Samanhudi Anwar juga sama bagusnya. Bahkan pada Pilkada 2015 lalu, Samanhudi yang berpasangan dengan Santoso meraih suara tertinggi se-Indonesia, yaitu 92,29 persen.

“Intinya pak Djarot tidak pernah berjarak dengan rakyat dan berhasil menjalankan tugasnya sebagai Walikota Blitar,” pungkas Kusnadi.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.