KKP Tangkap Tiga Kapal Asing Asal Vietnam

Petrus - 25 April 2018
Kapal asing berbendera Vietnam yang ditangkap tim KKP di perairan Natuna (foto : Istimewa)

SR, Jakarta – Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap tiga Kapal Perikanan Asing berbendera Vietnam, karena melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI).

Waluyo Sejati Abutohir, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) mengatakan, ketiga kapal itu ditangkap oleh dua Kapal Pengawas (KP) yang berbeda. Penangkapan pertama dilakukan oleh KP. Paus 01 pada tanggal 22 April 2018 di perairan Natuna atas kapal BV 4858 TS dengan alat tangkap terlarang trawl.

“Saat ditangkap ditemukan muatan berupa ikan campuran sekitar 1.000 kg. Kapal langsung dibawa menuju Satuan Pengawasan (Satwas) Natuna, untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan,” kata Waluyo di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Sementara pada 23 April 2018, KP. Hiu Macan 001 menangkap dua KIA Vietnam KM. BV 99277 TS dan KM. BV 7222 TS di WPP-RI Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Perairan Natuna Kepulauan Riau. Dari kedua kapal tersebut juga diamankan 17 orang awak kapal yang semuanya berkewarganegaraaan Vietnam.

“Kedua kapal tersebut tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap pair trawl tanpa izin dari Pemerintah RI,” kata Waluyo.

Selanjutnya kedua kapal langsung djkawal menuju Stasiun PSDKP Pontianak untuk proses penyidikan. Waluyo mengatakan,  kapal-kapal itu diduga melakukan pelanggaran di bidang perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp 20 milyar.

Penangkapan atas tiga kapal ini menambah jumlah kapal perikanan yang ditangkap oleh KKP melalui Kapal Pengawas Perikanan. Sampai dengan 23 April 2018, jumlah kapal ilegal yang ditangkap sebanyak 29 dengan rincian kapal Vietnam sebanyak 6 kapal, Filipina 2 kapal, Malaysia 1 kapal, dan Indonesia 20 Kapal.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.