KKP Siap Kembangkan Pulau Sarinah Sebagai Kawasan Ekowisata Mangrove

Petrus - 20 March 2017
Ilustrasi. Seekor burung mencari pakan di kawasan ekosistem mangrove di Wonorejo Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Kementerian Kelautan dan Perikanan segera merancang pengembangan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM), pada pulau baru yang terbentuk di pesisir timur delta Sidoarjo akibat sedimentasi lumpur Lapindo.

Dikatakan oleh Sekretaris Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Agus Dermawan, pihaknya sedang melakukan desain kesatuan pengembangan wisata bahari berbasis mangrove.

“Saya pikir itu potensi kuat karena dekat dengan Surabaya juga, satu ekosistem lingkungan yang saya pikir menjadi model bagaimana pengembangan ekosistem kota bisa berbasis dengan mangrove dan wisata bahari,” kata Agus Dermawan.

Pada pulau seluas 93 hektar, yang oleh warga setempat disebut Pulau Sarinah, Agus menargetkan penyelesaian model pengembangan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove pada tahun 2017 ini.

Pengelolaan pulau yang terbentuk akibat sedimentasi lumpur Lapindo, yang dibuang melalui Sungai Porong, saat ini dibawah kendali Kementerian Kelautan dan Perikanan, setelah pada Januari 2017 diserahkan oleh Badan Pelaksanan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).

“Sudah diserahterimakan kepada bu Menteri, jadi sekarang dikelola oleh KKP,” ujar Agus.

Saat ini pulau baru yang muncul dari sedimentasi lumpur Lapindo, sudah banyak ditumbuhi berbagai jenis tanaman, dengan dominasi oleh tanaman mangrove. Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengembangkan kawasan ini sebagai lokasi wisata berbasis edukasi mangrove, dengan membangun beberapa fasilitas penunjang.

“Saat inin sudah ada track dan beberapa pos untuk penjagaan, kita akan kembangkan lagi dengan tetap mempertahankan lingkungan yang ada sekarang ini,” tandasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.