Kisah Sukses Wirausaha Perikanan Milik Bekas TKI, Jadi Inspirasi Peringatan Hari Buruh

Petrus - 1 May 2018
Usaha budi daya ikan air tawar milik Ansori, bekas TKI asal Kediri (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Memperingati Hari Buruh 1 Mei, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengunjungi salah satu tempat budi daya ikan air tawar, milik salah seorang mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Direktur Penempatan dan Perlindungan, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Soes Hindharno mengatakan, saat ini di Kediri tercatat ada sejumlah bekas TKI yang memilih pulang ke daerah asalnya, dan tidak ingin kembali lagi bekerja ke luar negeri.

“Negara hadir untuk mendorong mereka agar punya usaha produktif,” kata Soes Hindharno, Senin (30/4/2018).

Menurutnya, Pemerintah wajib memberikan pendampingan kepada bekas TKI yang pulang ke daerah asal agar secepatnya memiliki usaha yang mendatangkan hasil secara ekonomi. Bentuk komitmen kepedulian ini diwujudkan melalui pelatihan keterampilan kerja, serta pemberian pinjaman dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank dengan suku bunga ringan yakni 7 persen setahun.

Data dari Dinsosnaker Kabupaten Kediri menyebutkan, setiap tahunya ada sekitar 2.500 warga asal Kabupaten Kediri, yang memilih bekerja sebagai TKI di luar Negri. Dari angka itu, sekitar 257 orang beralih profesi dengan menekuni budi daya ikan air tawar. Mereka tersebar di wilayah Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

“Dari Kediri ini ada 2.500 TKI yang bekerja di luar negeri, data satu tahun ini. Ini mereka yang selesai pulang dan melaporkan diri ke Dinas,” ujarnya.

Beberapa sektor usaha yang ditawarkan selain budidaya ikan air tawar, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Dinsosnaker Kabupaten Kediri, berencana mewujudkan Program Desa Migran Produktif. Di daerah lain, program itu telah ada di 252 lokasi.

“Satu kabupaten, kita ambil contohnya dua desa,” singkatnya.

Selain meninjau langsung lokasi budi daya ikan air tawar milik bekas TKI, di Desa Kanigoro rombongan Kementerian Ketenagakerjaan juga menghadiri acara pertemuan para mantan TKI yang berjumlah sekitar 1.700 orang.

Salah seorang mantan TKI asal Desa Kanigoro, Imam Asrori mengatakan, dirinya pernah bekerja di Malaysia selama dua tahun. Dengan berhasilnya usaha budi daya ikan air tawar miliknya, ian pun enggan melanjutkan perantauannya kembali ke Malaysia.

Asrori memulai usahanya itu pada tahun 2015, yang hingga kini ditekuninya. Dari usaha itu, ia mampu memenuhi kebutuhan permintaan ikan di sejumlah pasar tradisional di Kediri. Ia mampu meraih pendapatan mencapai sekitar Rp. 30 juta dalam satu bulan. Padahal, hanya bermodal Rp. 1 juta saat awal memulai usahanya.

“Ada induk sendiri, kita tidak perlu modal banyak. Tapi sekarang ini kita sudah berkembang, akhirnya merambah ke ikan gurami. Awalnya memang hanya lele,” pungkasnya.

Keberhasilan berwirausaha Asrori dan sejumlah mantan TKI yang lain, diharapkan dapat menginspirasi para masyarakat yang ingin meningkatkan perekonomiannya, dari pada harus bekerja sebagai buruh atau karyawan yang masih sangat rendah pendapatannya.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.