Kisah Nasabah Pinjaman Online (4)

Yovie Wicaksono - 28 February 2019
Ilustrasi.

Ikhlaskan “Dipecat” Istri

SR, Surabaya – Dibalik kemudahan dalam mendapatkan dana pada aplikasi pinjaman online (pinjol), selalu ada kerugian yang dirasakan para nasabah pinjol. Salah satunya, Didik (nama samaran) warga Surabaya. Niat awalnya, Didik melakukan pinjaman untuk usaha, namun justru terbelit utang pinjaman online, hingga menyebabkan pertengkaran dalam rumah tangganya.

“Niat saya pinjam dulu untuk usaha, mulai bulan apa saya lupa. Namun baru bulan Februari ini baru terbelit utang di pinjaman online,” ujar Didik kepada Super Radio, Kamis  (28/2/2019).

Didik mengatakan, bunga utang yang besar dengan tenor atau jangka waktu yang singkat membuatnya harus gali lubang tutup lubang hingga menggunakan 8 aplikasi pinjaman online.

Kini, Didik menyesal, setelah mengetahui cara penagihan utang yang tidak baik. Pihak pinjaman online mengakses data pribadinya, dan mengirimkan pesan penagihan kepada seluruh kontak yang dimilikinya. Hal inilah yang kemudian menimbulkan masalah dalam keluarga Didik.

“Terus terang, saya bertengkar dengan istri sampai saya ngomong kalau saya gak papa bu kalau saya dipecat jadi suami kamu, saya sudah ikhlas, kalau gara-gara pinjaman ini saya menjadi masalah untuk kamu, jadi malu kamu. Karena dikontak saya ini juga banyak dari temen istri saya yang dihubungi pihak pinjaman online,” kata Didik dengan pasrah.

DIdik mengatakan tidak akan melakukan pinjaman online sekalipun dalam kondisi terdesak, jika tau cara penagihannya yang cenderung intimidatif.

“Itu saya ambil karena saya tidak tau cara penagihannya, kalau saya tau dari awal sistem penagihannya seperti ini ya saya tidak akan ambil, sekalipun saya kepepet. Ketika saya merasakan kok pinjol itu begini ya, saat saya jatuh tempo tanggal 3, tapi tanggal 1 sudah di WA, di telepon berkali-kali, mulai jam 9 pagi sampai maghrib,” ujar Didik.

Saat ini Didik sedang berusaha negosiasi dengan pihak pinjaman online agar dapat membayar utang pokoknya, namun tidak adanya ruang komunikasi antara nasabah dengan pihak penyedia layanan pinjaman online membuat hal tersebut belum terselesaikan. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.