Kirab Barongsai di Kediri, Wujud Kuatnya Keberagaman Indonesia

Petrus - 24 April 2017
Kirab budaya Barongsai di Kediri diikuti peserta dari berbagai daerah dengan menampilkan budaya daerah masing-masing (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Lebih dari 40 peserta yang berasal dari Jawa, Palembang, Lombok dan Kalimantan, Minggu (23/4/2017) siang mengikuti gelar kirab ritual atau kirab Barongsai. Kirab yang melibatkan ratusan peserta ini, digelar dalam rangka memperingati berdirinya salah satu tempat peribadatan atau klenteng yang ke 200 tahun.

Bertempat di Jalan Yos Sudarso, Kota Kediri, pelaksanaan kirab Barongsai yang bertepatan pada libur panjang, dimulai dari rumah peribadatan klenteng Tjoe Hwie Kiong hingga Balai Kota Kediri, dan finish kembali di tempat semula. Peserta kirab budaya harus berjalan kaki menempuh jarak sekitar tiga kilometer.

Masing masing daerah atau perwakilan dari tempat peribadatan (klenteng) menampilkan antraksi keragaman budaya yang dimiliknya, diantaranya tarian barongsai, perarakan patung dewa dewi serta pernak-perniknya yang dipanggul, serta tidak ketinggalan kesenian jaranan yang merupakan kearifan lokal.

Dikatakan oleh Prayitno, Ketua Yayasan sekaligus koordinator lapangan, terdapat 38 kontingen serta 5 peserta dari pelaku kesenian lokal jaranan dan pecut ikut, ditampilkan dalam acara ini. Selain itu ada juga 10 orang berpakaian pasukan Dayak, dan kesenian barongsai lainya. KIrab ini sebagai simbol keragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Ini merupakan bentuk dari kebersamaan antar etnis dan golongan, kami adalah satu. Kita saling bahu membahu,” kata Prayitno.

Saat kontingen melintas di depan Balai Kota Kediri, nampak sejumlah pejabat maupun Muspika yang hadir, memberikan dukungan moril kepada peserta. Bahkan sejumlah barongsai yang mendekat dan memberikan penghormatan, turut diberi lembaran amplop atau angapo oleh pejabat yang hadir.

Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibah mengatakan, Pemerintah Kota Kediri mendapat penghormatan untuk melihat secara langsung acara kirab barongsai. Lilik Muhibah menilai, pentas budaya yang ditampilkan hari ini merupakan bagian dari kerukunan antar umat beragama, demi mempertahankan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini merupakan wujud dari kebersamaan, untuk tetap menjaga NKRI.,” tandas Lilik.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.