Ketua Umum PBNU Tegaskan Netralitas NU Mendekati Pilpres

Petrus - 29 July 2018

SR, Kediri – Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj menegaskan sikap Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi masyarakat keagamaan tetap bersikap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis, khususnya dukung mendukung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, termasuk mendekati tahapan pendaftaran Calon Presiden pada Agustus nanti.

Pernyataan ini disampaikannya, usai menghadiri Konferensi Wilayah NU Jawa Timur, di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Minggu (29/7/2018) dini hari. Said Agil menegaskan, bahwa NU bukanlah partai politik.

“NU organisasi, bukan partai politik, dukung mendukung tidak bisa,” kata Said Agil.

Ia menilai, sosok pemimpin yang menjadi kriteria NU adalah calon presiden yang memiliki kemampuan dan keberanian, bersih dan berjiwa sportif.

“Mempunyai kapasitas, bersih, clean and clear, dan berani, sportif orangnya,” ujarnya.

Ia mengakui, bahwa pada tahun politik seperti sekarang ini banyak tokoh yang mendatangi kantor PBNU. Dalam hal ini, sikap PBNU hanya bisa memberi restu dan mendoakan siapa pun calonnya nanti.

“Tamu banyak, semua datang ke PBNU, kita doakan,” imbuhnya.

Konferensi Wilayah NU Jawa Timur di Kediri, dilaksanakan selama dua hari. Terdapat sejumlah agenda dalam konferwil, diantaranya pemilihan Ketua Tandfidziah PWNU Jawa Timur, serta hasil sidang perumusan atau kajian terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat, oleh sejumlah perwakilan pondok pesantren yang ada di Jawa Timur.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.