Ketersediaan Pangan Menjadi Tantangan Berat Indonesia dan Global

Petrus - 1 November 2017
Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menko PMK Puan Maharani dan Menteri Kesehatan Nilla Moelok, membuka Forum Pangan Asia Pasifik di Jakarta (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Pertumbuhan penduduk di dunia saat ini meningkat 18 persen dan diperkirakan akan bertambah mencapai 9 miliar pada tahun 2050. Kondisi ini membuat situasi dunia menghadapi tantang besar, salah satunya dari sisi ketersediaan pangan.

“Dunia dewasa ini menghadapi tantangan berat untuk dapat  secara berkelanjutan memberi makan kepada seluruh populasi dunia, yang diperkirakan berjumlah 9 miliar pada 2050, meningkat 18 persen dari jumlah populasi dunia saat ini yaitu 7,6 miliar penduduk,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, dalam acara Forum Pangan Asia Pasifik di Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), 723 juta orang di dunia saat ini menderita kelaparan kronis, 490 juta jiwa diantaranya hidup di kawasan Asia Pasifik. Namum dalam upaya mencukupi kebutuhan pangan, manusia juga menjadi penyebab kerusakan planet yang tidak bisa diperbaiki lagi.

“Makanan dan pola makan yang tidak sehat juga menjadi faktor resiko penyebab munculnya berbagai penyakit di dunia dan merupakan pendorong utama terjadinya penyakit kronis,” kata Puan.

Untuk mendorong perbaikan sistem pangan dunia, masyarakat harus memperhatikan aspek berkelanjutan, serta mendorong keterlibatan aktif para pemangku kepentingan dalam hal ini pemerintah, yang telah berinisiatif menyelenggarakan Forum Pangan Asia Pasifik dengan menggandeng Eat Foundation.

“Indonesia menjadi Negara Asia Pasifik pertama yang mengambil langkah awal dalam membangun dialog dan kerjasama antara pemangku kepentingan di kawasan Asia Pasifik, guna melakukan terobosan dalam sistem pangan berkelanjutan,” lanjut Puan.

Ia berharap melalui pelaksanaan Forum Pangan Asia Pasifik ini, dapat dicapai pemahaman kolektif tentang dampak jangka panjang yang perlu diraih bersama melalui kolaborasi antar Negara, maupun antar para aktor pembangunan dari berbagai sektor di tingkat nasional dan daerah.

“Forum Pangan Asia Pasifik ini juga diharapkan akan dapat mendorong meningkatnya realisasi investasi dan alih teknologi di bidang pangan dari negara-negara di kawasan kepada Indonesia,” imbuhnya.

Forum Pangan Asia Pasifik ini diikuti lebih dari 700 peserta dari negara-negara di kawasan, yang terdiri dari  para menteri dan pejabat kesehatan dan sektor lain seperti keuangan, perencanaan pembangunan, pertanian, lingkungan hidup dan perikanan, serta para pelaku bisnis nasional maupun multinasional, akademisi, masyarakat sipil, dan media di kawasan Asia Pasifik.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.