Kesejahteraan Tumbuh dari Perdesaan

Yovie Wicaksono - 23 December 2018
Presiden Joko Widodo Dalam Acara Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2018, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/12/2018). Foto : (Biro Pers Sekretariat Presiden).

SR, Makassar – Selama empat tahun program dana desa dijalankan, pemerintah pusat telah mengucurkan dana bagi pembangunan desa yang terus meningkat tiap tahunnya. Hingga tahun 2018 ini, tercatat anggaran sebesar Rp187 triliun telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat desa.

Presiden Joko Widodo dalam acara Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2018 yang digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan kucuran dana terbesar yang diberikan pemerintah pusat kepada desa-desa di seluruh Tanah Air.

“Rp187 triliun selama empat tahun adalah uang yang sangat besar. Belum pernah dalam sejarah kita sebagai bangsa menggelontorkan uang sebesar ini untuk desa. Belum pernah!” ujar Presiden di Gedung Wisma Negara, Makassar, Sabtu (22/12/2018).

Di tahun pertama pelaksanaan pada 2015 lalu, anggaran dana desa ditetapkan sebesar Rp20,7 triliun. Tahun berikutnya dana desa dianggarkan lebih pada besaran Rp47 triliun. Anggaran ini kemudian meningkat kembali menjadi Rp60 triliun pada 2017 dan 2018 ini.

Dari alokasi tersebut, sejumlah infrastruktur dan fasilitas desa dibangun secara masif. Hingga saat ini, sepanjang 158 ribu kilometer jalan desa, 18.400 posyandu, 48.000 PAUD, hingga 6.900 pasar desa berhasil dibangun.

“Ada 48.000 PAUD yang telah dibangun dari dana desa di seluruh Tanah Air, 6.900 pasar desa yang dibangun dari dana desa, dan lainnya seperti jembatan, saluran irigasi, embung, air bersih, dan BUMDes. Banyak sekali yang tidak bisa saya sebut satu per satu,” kata Presiden.

Sekedar informasi, acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 1.300 pendamping dana desa, 2.200 kepala desa, hingga 1.200 kader desa yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.