Kendarai Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

Yovie Wicaksono - 12 November 2018

SR, Bandung – Presiden Joko Widodo kembali mengendarai motor custom miliknya, saat menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu Presiden melakukan blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kali ini Presiden menghadiri acara Deklarasi Jabar Kondusif.

Presiden didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menaiki Kawasaki W175 hijau yang telah dimodifikasi dengan bergaya tracker. Bersama puluhan bikers dari berbagai komunitas motor, Presiden kemudian menuju lokasi deklarasi yang dipusatkan di Jalan Braga, Kota Bandung, Minggu (11/11/2018).

Sepanjang perjalanan, Presiden yang mengenakan jaket hitam, celana jins dan sepatu model sneakers menyapa masyarakat dengan melambaikan tangannya. Setibanya di Jalan Braga, Presiden disambut warga dan puluhan komunitas peserta deklarasi Jabar Kondusif.

Di lokasi itu, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri ngopi sejenak, dan melihat-lihat pameran dari komunitas kreatif Bandung. Beberapa di antaranya yaitu lukisan, motor custom, pencak silat, band, dan lain-lain.

Kepala Negara menyambut baik pernyataan deklarasi Jabar Kondusif ini, karena semua warga negara Indonesia menginginkan agar tanah air Indonesia yang memiliki suku, agama, bahasa daerah yang berbeda-beda tetap dalam kondisi tenang, rukun dan bersatu.

“Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan dan kerukunan,” ujar Presiden Joko Widodo, disambut tepuk tangan ribuan orang yang memadati Jalan Braga.

Melihat animo masyarakat yang sangat besar, Presiden Jokowi memandang Bandung dan Provinsi Jawa Barat akan menjadi pelopor bagi ketenangan dan suasana kondusif negara Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Komunitas Kreatif Jawa Barat, Budi Dalton yang juga Ketua Penyelenggara acara, membacakan deklarasi di atas panggung.

“Komunitas kreatif Jawa Barat akan tetap mendorong dan menjaga suasana yang nyaman dan aman di provinsi ini, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Dan dengan demikian menciptakan ruang yang bebas bagi mereka di dalam mengekspresikan diri dalam karya, guna turut membantu pemerintah menjalankan program pembangunan yang berkelanjutan demi persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” tutur Budi Dalton.

Deklarasi ini diikuti sejumlah komunitas seperti komunitas musik, komunitas umat beragama, komunitas motor dan komunitas lainnya. Festival ini juga menyajikan sejumlah gerai yang menjual benda kreatif dan ekonomi kreatif antara lain lukisan, alat sangrai kopi, dan alat musik seni Sunda.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.