Kenang Semangat Gotong-royong Erupsi Kelud, Tagana dan Pemkot Kediri Gelar Syukuran

Wawan Gandakusuma - 15 February 2019
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar (berkemeja putih) dalam acara tasyakuran lima tahun pasca erupsi Gunung Kelud, di Kota Kediri, Jumat (15/2/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

Kota Kediri, SR – Mengenang peristiwa erupsi Gunung Kelud, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur, menggelar acara tasyakuran lima tahun pasca bencana, di kantor Dinas Sosial Kota Kediri, Jumat (15/2/2019). Tak hanya mengadakan syukuran, di acara tersebut juga mendiskusikan dampak bencana yang hingga kini masih dirasakan, serta refleksi semangat kegotong-royongan dari semua elemen.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menuturkan, dampak bencana erupsi gunung api aktif di Jawa Timur itu masih bisa dirasakan hingga sekarang, terutama keberadaan sisa material pasir vulkanik letusan.

“Kalau di Kediri ini dampaknya kan di atap sama di selokan ya. Kalau di atap berdampak sampai sekarang, karena ada beberapa atap yang tidak bisa bersih walau kita bersihkan. Rumah warga dan sekolahan tapi sudah mendingan. Di got-got pun masih banyak sedimen, tapi lambat laun sedimen sudah mulai berkurang. Ini karena tim dari Pemerintah Kota Kediri terus membersihkan secara berkala,” paparnya.

Selain itu, kenang Wali Kota Kediri, ada hikmah yang bisa diambil dan patut dijadikan sebagai bahan pelajaran dalam peristiwa itu, yakni masyarakat Kediri saat itu saling bergotong-royong, tolong-menolong mengatasi bencana, utamanya saat membersihkan sisa material vulkanik Kelud yang menumpuk.

“Kita bukan mentasyakuri mbledhose Gunung Kelud. Tapi kita syukuri gerakan kita bersama. Ada DKP, PU, TNI, Polri kita bersama-sama menanggulangi efek erupsi Kelud di Kota Kediri,” tukas pria yang juga akrab disapa Mas Abu ini.

Ditambahkan Abdullah Abu Bakar, dirinya teringat kala itu mengimbau masyarakat Kota Kediri, untuk membersihkan timbunan debu dan pasir vulkanik yang ada dirumah masing-masing warga dengan pemberian bantuan karung plastik.

“Saya kasih satu karung tiap rumah, agar bisa digunakan untuk membersihkan pasir. Bahkan ada juga yang beli karung sendiri. Mudah-mudahan kita bisa memperingati semangatnya. Semangat kebersamaan seperti waktu lalu,” katanya.

Seperti diketahui, pada 14 Februari 2014 sekitar pukul 22.50 WIB, masyarakat Kabupaten dan Kota Kediri dikejutkan dengan peristiwa erupsi Gunung Kelud. Turunnya hujan abu disertai pasir, mengakibatkan akses, fasilitas umum serta rumah penduduk dipenuhi dengan material vulkanik. Untungnya, kejadian saat itu tidak sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

Sekedar informasi, selain Wali Kota Kediri, acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Triono Kutut, Koordinator Tagana Kota Kediri, Bambang Rihadi bersama staf, dan Kasi Kedaruratan dan Logistik-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Adi Sutrisno. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.