Moeldoko : Peristiwa Situjuh adalah Peristiwa Besar, Penting dan Sakral

Wawan Gandakusuma - 16 January 2019
Moeldoko saat memberi penghargaan di acara peringatan Peristiwa Situjuh, di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (15/1/2019). Foto : (Biro Pers Staf Kepresidenan RI)

SR, Lima Puluh Kota – Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko, menjadi inspektur upacara pada peringatan peristiwa Situjuh ke-70, di lapangan Chatib Sulaiman Situjuh Batua, Kecamatan Situjuh Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Peristiwa Situjuh menunjukkan kegigihan para pejuang kemerdekaan di bawah pimpinan Syafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI waktu itu, untuk mempertahankan kemerdekaan. Jika dijumlah, pada peristiwa itu tercatat 69 orang pejuang gugur.

Dalam amanatnya, Moeldoko mengatakan, upacara yang dilaksanakan tepat 70 tahun ini untuk mengenang peristiwa besar, penting, dan sakral dalam mengusir penjajah, sehingga semangat patriotisme yang ditunjukkan bisa memberikan inspirasi pada anak bangsa.

“Saya merasakan saat peristiwa itu terjadi. Kita petik peristiwa ini, untuk kemajuan bangsa,” katanya dihadapan sekitar 5.000 orang yang memenuhi lapangan tempat upacara, Selasa (15/1/2019).

Moeldoko menggarisbawahi, ranah Minang memberi banyak sumbangan sejak masa kemerdekaan sampai saat ini. Dikatakannya, setiap perjuangan memiliki nilai untuk kelangsungan sebuah bangsa.

“Semangat heroik tersebut, tidak hanya berhenti dalam sebuah upacara. Namun diteruskan dan diwariskan kepada generasi muda, bahwa nilai-nilai kejuangan tidak boleh luntur,” harap Panglima TNI periode 2013-2015 ini.

Besarnya peran rakyat dan tokoh Minangkabau dalam sejarah perjuangan bangsa, digarisbawahi oleh Moeldoko, ada dua hal yang bisa menjadi bahan renungan. Pertama, orang Minang ikut menentukan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kedua, orang Minang harus ikut menentukan arah masa depan bangsa Indonesia.

Tak lupa dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Joko Widodo yang tidak bisa hadir karena ada keperluan lain.

Dalam upacara ini juga diberikan berbagai penghargaan pemerintahan kepada aparat TNI, Polri, dan sipil yang berprestasi di berbagai bidang. Sebelum acara diakhiri, dipertunjukkan tarian kolosal 1.000 orang yang menggambarkan semangat kebersamaan, persatuan, dan cinta tanah air.

Selain Kepala Staf Kepresidenan yang bertindak selaku inspektur upacara, hadir pula tokoh intelektual Sumatera Barat, Andrinof Chaniago, dan Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, Arcandra Tahar, yang didaulat memimpin doa dalam upacara tersebut. (/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.