Kenali Penyebab Kecanduan Game Online

Petrus - 10 July 2018
Ilustrasi. Permainan Pokemon Go, sedang dimainkan seseorang melalui gawainya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Jakarta – Tidak semua orang yang gemar memainkan permainan berbasis internet (online gaming) akan mengalami kecanduan atau ketergantungan. Beberapa faktor yang mempengaruhi kerentanan terjadinya kecanduan diantaranya faktor biologi, psikologi dan sosial. Demikian pernyataan praktisi kesehatan jiwa, dr. Kristiana Siste, SpKJ(K), di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

“Pada orang yang gemar bermain game, neurotransmitter dopamine akan meningkat saat ia bermain, sehingga menimbulkan rasa senang (pleasure effect). Manusia dilahirkan dengan dopamine yang rendah sehingga akan selalu mencari cara, benda atau kegiatan yang bisa meningkatkan dopaminenya,” katanya.

Dari segi biologi, seseorang yang memiliki gangguan neurotransmitter dopamine, akan lebih rentan mengalami kecanduan. Dalam permainan berbasis online seringkali disuguhkan konten-konten yang memacu adrenalin pemainnya.

“Selain itu, terdapat tantangan yang senantiasa bertambah di setiap level permainan. Hal ini tentu menjadi daya tarik sekaligus merupakan risiko bagi orang-orang yang pada dasarnya secara psikologi senang mencari tantangan (novelty seeking),” kata dr. Siste.

Sementara itu, dari sisi sosial, salah satunya pola pengasuhan orang tua yang memberikan game pada anaknya sejak usia dini, sehingga membentuk pola pikir bahwa bila game adalah tempat mencari kesenangan, sehingga akhirnya mereka ketergantungan.

“Bukan hanya faktor pribadi tetapi ada faktor biologi, psikologi dan sosial yang mempengaruhinya,” kata dr. Siste.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.