Kementrian PUPR Hentikan Pembangunan Trans Papua

Yovie Wicaksono - 4 December 2018
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Terkait dengan peristiwa penembakan terhadap pekerja dari PT. Istaka Karya di jalur Trans Papua pada Minggu (2/12/2018), Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menghentikan sementara kontrak pembangunan jembatan pada ruas Wamena – Habema – Mugi – Kenyam – Batas Batu – Mumugu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan akan dilanjutkan kembali setelah mendapatkan rekomendasi dari TNI dan Polri. Kementrian PUPR juga mendukung sepenuhnya upaya dan langkah cepat aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk menemukan dan menindak tegas para pelaku sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi para staf, kontraktor maupun konsultan yang bekerja untuk dan atas nama Kementerian PUPR dan Kementerian/Lembaga lainnya untuk membangun infrastruktur demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan di Papua.

“Kami merasa terkejut dan sangat menyesalkan terjadinya kembali tindakan penembakan terhadap para pekerja konstruksi pembangunan Jembatan Kali Yigi dan Jembatan Kali Aurak pada Ruas Wamena – Habema – Kenyam – Batas Batu – Mumugu. Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga para korban penembakan,” ujar Basuki, Selasa (4/12/2018).

Basuki menambahkan, dalam kurun waktu 2016 hingga 2019, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Papua, Ditjen Bina Marga telah memprogramkan pembangunan 35 jembatan pada ruas Wamena – Habema – Mugi – Kenyam – Batas Batu – Mumugu.

Pembangunan jalan dan jembatan pada ruas ini telah lama ditunggu dan mendapat dukungan dari masyarakat Papua karena menjadi jalur terdekat dari Pelabuhan Mumugu dengan penduduk di kawasan Pegunungan Tengah. Keberadaan jalan tersebut sangat vital untuk mengurangi biaya logistik dan menurunkan tingkat kemahalan di kawasan Pegunungan Tengah, Papua.

Seperti diketahui, berdasarkan informasi dari Humas Polda Papua, telah terjadi peristiwa penembakan pekerja Trans Papua yang berasal dari PT Istaka Karya. Penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini telah mengakibatkan puluhan pekerja meninggal. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.