Kemenlu Serahterimakan 2 WNI Kepada Keluarga

Yovie Wicaksono - 25 April 2019
Kemenlu menyerahterimakan Warnah Bt Warta Niing, asal Karawang, Jawa Barat yang bebas dari hukuman mati kepada keluarga, di Jakarta, Rabu (24/4/2019). Foto : (Kemenlu)

SR, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyerahterimakan dua WNI, yakni Sumartini Bt M Galisung, asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan Warnah Bt Warta Niing, asal Karawang, Jawa Barat yang bebas dari hukuman mati kepada keluarga masing-masing, di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

“Kami selalu menerima informasi mengenai perkembangan nasib Warnah dari Kemlu. Kami selalu yakin bahwa Pemerintah akan perjuangkan Warnah. Akhirnya hari itu tiba. Terima kasih buat semuanya,” ujar Ibunda Warnah, Sumi yang  datang langsung menjemput Warnah ke Kemenlu.

Kedua WNI tersebut divonis hukuman mati pada 28 Maret 2010 atas dakwaan melakukan sihir dan guna-guna terhadap keluarga majikan Ibtisam.

“Pada umumnya tuduhan sihir terjadi karena WNI yang bekerja di Arab Saudi membawa dari kampung halamannya benda-benda yang diduga oleh majikan atau aparat hukum Arab Saudi sebagai alat sihir, antara lain berupa jimat. Ini menunjukkan pentingnya mempersiapkan lebih baik WNI kita yang akan bekerja di luar negeri dengan pengetahuan dasar mengenai hukum dan budaya setempat,” ujar Kasubdit Kelembagaan dan Diplomasi Perlindungan Judha Nugraha, yang atas nama Kemenlu menyerahkan keduanya kepada keluarga.

Keduanya seharusnya bebas dari tahanan pada akhir tahun 2018, namun atas upaya hukum dari majikan yang masih keberatan dengan putusan bebas tersebut, keduanya masih ditahan hingga awal tahun 2019. Upaya majikan untuk menghalangi pembebasan terus dilakukan hingga detik-detik menjelang pembebasan.

Menghadapi upaya majikan tersebut, KBRI Riyadh melakukan berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan menunjuk pengacara untuk memberikan pembelaan serta secara rutin memberikan pendampingan dan kunjungan kekonsuleran.

KBRI juga melakukan upaya pendekatan serta mengirimkan beberapa kali surat dan nota diplomatik kepada berbagai pihak di Arab Saudi, termasuk kepada Gubernur Riyadh dan Raja Arab Saudi hingga akhirnya pada 21 April 2019 Gubernur Riyadh mengeluarkan surat putusan yang membebaskan keduanya dari tahanan.

Sekedar informasi, sejak tahun 2011 sebanyak 104 WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, 87 diantaranya berhasil dibebaskan. Saat ini masih terdapat 11  WNI terancam hukuman mati di Arab Saudi, beberapa diantaranya adalah karena dakwaan melakukan sihir. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.