Keluarga Korban Longsor Nganjuk Berharap Tim SAR Temukan Korban Hilang

Petrus - 12 April 2017
Mensos Khofifah Indar Parawansa menghibud dan mendoakan keluarga korban longsor di Nganjuk (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa hanya bisa memeluk dan menghibur Haritini, yang menangisi kepergian dua orang anaknya yang hilang tertimpa longsor. Hartini, wanita paruh baya yang merupakan warga Dusun Bendo, Desa Blongkoh, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, baru saja kehilangan dua anaknya, yaitu Doni (24) dan Bayu (14) karena terseret longsor.

“Sabar ya bu, sabar,” ucap Khofifah kepada Hartini.

Sementara itu Zainal Arifin (65), kakek korban, berharap tim SAR dapat segera menemukan kedua cucunya dalam kondisi apa pun, seperti yang diharapkan keluarga korban yang lain.

“Harapan saya cepat diketemukan begitu,” ujar Zaenal Arifin saat ditemui dirumahnya, di Dusun Sumber Bendo.

Zainal Arifin menuturkan, sebelum diketahui kabar cucunya menghilang, ada warga yang menyaksikan kedua korban berada di lokasi longsor. Saat itu Doni dan Bayu pergi ke Dusun Dlopo, Desa Kepel, untuk merekam peristiwa terjadinya bencana longsor. Namun ternyata keduanya malah menjadi korban longsor.

“Mereka berdua pergi tanpa pamit. Itu yang saya sesalkan,” lanjut Zainal.

Selain berkunjung ke lokasi bencana, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga memberikan bantuan santunan kematian, kepada masing-masing ahli waris korban. Uang santunan kematian diberikan senilai Rp. 15 juta.

Kementrian Sosial juga memberikan bantuan logistik senilai 78 juta. Sedangkan Pemerintah Kabupaten memberikan santunan kepada ahli waris korban sebesar Rp. 10 juta. Pemkab Nganjuk juga mendatangkan satu alat berat ke lokasi longsor, untuk membuka jalan ke lokasi lonsor.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.