Keluarga Ingin Kepastian Status Aktivis 98 yang Hilang

Yovie Wicaksono - 13 March 2019
Perwakilan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) bersama Keluarga Korban Aktivis 98 yang Hilang Bertemu dengan Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko, di Binagraha, Jakarta, Rabu (13/3/2019). Foto : (Biro Pers Presiden)

SR, Jakarta – Perwakilan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) mengungkapkan, keluarga 13 aktivis 1998 meminta pemerintah segera memastikan status saudara dan anak mereka yang hilang. Permintaan ini disampaikan IKOHI kepada Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko, saat bertepatan 21 tahun peristiwa penculikan para aktivis, Rabu (13/3/2019) di Binagraha, Jakarta.

Perwakilan IKOHI, Mugiyanto mengatakan, status keberadaan 13 aktivis hilang itu sangat diperlukan untuk memastikan apakah mereka masih hidup ataukah sudah meninggal. “Apalagi kasus ini juga sudah ada rekomendasi dari Komnas HAM dan DPR,” ujarnya.

IKOHI berharap, pemerintah segera menerbitkan dokumen resmi terkait status kependudukan korban yang masih hilang.

Selain itu, adanya kompensansi atau bantuan untuk mendapat beasiswa pendidikan, kesehatan, dan bantuan biaya hidup bagi keluarga yang ditinggalkan. Terakhir, agar pemerintah mempercepat ratifikasi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Terhadap Semua Orang dari Tindakan Penghilangan Secara Paksa.

“Tinggal satu konvensi ini yang belum diratifikasi. Kami yakin Pak Jokowi mampu,” ujar Mugiyanto yang datang bersama keluarga korban hilang lainnya.

Dalam pertemuan, IKOHI menyampaikan sikap politiknya sesuai hasil Kongres 1 IKOHI, Oktober 2002. Dimana mereka mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang tidak pernah tersangkut kasus pelanggaran HAM.

Moeldoko sangat memahami isi hati keluarga yang kehilangan. Dia memuji langkah keluarga korban yang terus memperjuangkan keberadaan nasib anggota keluarganya ini. Pengungkapan ini penting agar generasi sekarang tahu sejarah kelam yang pernah menimpa republik ini.

Panglima TNI periode 2013 – 2015 itu berjanji akan menyampaikan tuntutan keluarga korban kepada Presiden Joko Widodo. “Pasti nanti akan saya sampaikan kepada beliau,” kata Moeldoko. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.