KIA Belum Jadi Prioritas Dukcapil Ponorogo

Petrus - 5 March 2018
Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Ponorogo (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Pemerintah Kabuapten Ponorogo melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menyatakan belum merasa perlu untuk segera membuat kartu identitas anak (KIA). Sedangkan, menurut Peraturan Kementrian Dalam Negeri (Permendagri) No 2 Tahun 2016 tentang penerbitan KIA, bertujuan meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik, serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

“Terkait KIA, di Ponorogo masih belum perlu dan masih bisa ditunda, saat ini kami fokus untuk pengurusan akte kelahiran anak, karena lebih bisa dipertanggungjawabkan,” kata Vifson Suisno, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Ponorogo, Senin (5/3/2018).

Dinas Dukcapil Ponorogo merasa perlu memprioritaskan pembuatan akte kelahiran, karena akte lebih dibutuhkan ketika anak akan masuk sekolah atau sudah menginjak usia 17 Tahun atau saat memerlukan KTP.

Selain itu, Vifson menambahkan, pelaksaannya pembuatan KIA memerlukan peralatan yang membutuhkan biaya tinggi, selain perubahan data yang sering terjadi pada pendataan anak.

“Hal ini membuat KIA sangat peka dan rentan untuk perubahan dari satu anak sendiri, usia satu tahun didata, kemudian nanti masuk sekolah ada perubahan lagi, belum nanti berubah tempat tinggal,” jelasnya.

Dikatakan, terbatasnya APBD juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan KIA. APBD Ponorogo diakui tidak menganggarkan pembuatan KIA sebagai prioritas, sehingga program itu tidak harus segera dilaksanakan. Peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan KIA memang terbilang cukup banyak, mulai dari alat pencetak kartu itu sendiri, sampai alat pembaca dan perekam data anak.

“Untuk daerah seperti Ponorogo yang memang APBD-nya kecil, memang belum bisa direncanakan kapan KIA akan segera diberlakukan, bahkan satu Karesidenan Madiun pun memang belum ada yang menerapkan pembuatan KIA, andai memang sudah ada mungkin APBD-nya berlebih,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.