Kandangan, Potret Desa Pluralis di Banyuwangi

Yovie Wicaksono - 14 February 2018
Sekretaris Vihara Dhama Santi Sugiarti (baju seragam coklat) yang sedang menjalankan tugas di Vihara (foto : Superradio/Fransiskus Wawan)

SR, Banyuwangi – Sungguh ironis, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, tempat asal Suliono pelaku pengrusakan dan penyerangan gereja St. Lidwina Sleman, Yogyakarta, ternyata merupakan daerah yang memegang teguh kerukunan umat beragama yang telah terjalin sejak lama.

Terbukti, di desa yang berjarak lebih dari 80 KM dari pusat kota Banyuwangi ini, tempat beribadah umat Islam yaitu masjid Jami’ Syuhada berdampingan dengan Gereja GKJW Jemaat Silirbaru Pepantihan Kandangan. Bukan hanya itu saja, teryata umat Buddha di desa tersebut juga sangat banyak, bahkan tempat peribadatan mereka yakni Vihara Dhama Santi berdiri megah di jalan raya Desa Kandangan.

Seluruh umat beragama di Desa Kandangan saling menjaga toleransi serta kerukunan dengan saling menghormati. Bahkan di setiap perayaan umat beragama disana, warga saling membantu dan menjaga saat ada kegiatan keagamaan.

Berdasarkan data dari Desa Kandangan, ada satu Vihara tempat sembahyang umat Buddha, empat Gereja, serta banyak Mushola dan Masjid.

Menurut Kepala Desa Kandangan, Riyono, kerukunan umat beragama di desanya sudah terjalin sejak dahulu, bahkan warga saling membantu ketika ada tetangganya yang mengalami musibah, meskipun itu bukan satu agama.

“Bahkan ada satu Masjid yang ‘gandeng tembok’ dengan gereja, dan tidak ada perselisihan antar pemeluk agama disini,” ujar Riyono.

Hal yang sama juga dikuatkan oleh Sekretaris Vihara Dhama Santi, Sugiarti, ketika ditemui di Viharanya. Menurutnya, di Desa Kandangan sudah sejak lama terjalin tali silaturahmi antar umat beragama. Bahkan setiap tahun, selalu ada bakti sosial yang dilaksanakan oleh umat Buddha di Desa Kandangan, dimana donator dari bakti sosial tersebut bukan hanya umat Buddha, namun juga banyak yang beragama Islam dan Kristen.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.