Kabupaten Kediri Waspada Bencana, BPBD Diinstruksikan Petakan Lokasi Rawan Bencana

Petrus - 22 November 2017
Wakil Bupati Kediri, Masykuri memberikan keterangan kepada wartawan (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Tingginya curah hujan yang berlangsung hingga saat ini, membuat Pemerintah Kabupaten Kediri meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi terjadinya bencana alam. Salah satu bentuk peningkatan kewaspadaan dilakukan pemkab Kediri, dengan memerintahkan petugas mitigasi Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) untuk segera melakukan pemetaan, pada kawasan-kawasan yang dianggap rentan terjadi bencana alam.

Dikatakan Wakil Bupati Kediri Masykuri, BPBD telah diinstruksikan untuk melakukan upaya antisipasi, pada beberapa wilayah Kecamatan yang setiap tahunya rentan terjadi bencana longsor, dan banjir, diantaranya Kecamtan Mojo, Grogol dan Banyakan.

“Daerah rawan longsor sudah kita suruh Mitigasi, agar sedini mungkin diketahui. Jangan sampai datangnya hujan malah menimbulkan bencana. Rawan Longsor tetap di Kecamatan Mojo, sudah menjadi pantauan kita tiap tahun, terutama yang retakan-retakan itu,” kata Masykuri, rabu (22/11/2017).

Selain pemetaan kawasan rawan terdampak bencana, Masykuri juga telah memerintahkan seluruh perangkat desa untuk tidak bosan memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Bahkan jika diperlukan, fasilitas umum seperti balai desa dapat digunakan untuk tempat penampungan, apabila terjadi bencana atau kondisi darurat.

“Kita melalui Camat hingga ke bawahnya sudah memerintahkan supaya ada sosialiasai,” tandasnya.

Sementara itu, tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kabupaten Kediri juga telah melakukan pemantauan di beberapa lokasi sungai, yang dilalui aliran lahar Gunung Kelud. Jika sewaktu-waktu terjadi bencana atau luapan air sungai, tim URC BPBD telah siap memberikan informasi sekaligus melakukan penyelamatan terhadap masyarakat. Seperti halnya penyelamatan yang dilakukan terhadap sejumlah pendaki asal Surabaya, yang tersesat di Gunung Kelud beberapa waktu lalu.

“Tim URC kita sudah siap, dan itu sewaktu-waktu ada masalah, kita bagi. Seperti kemarin menolong teman-teman pendaki yang tersesat, langsung action,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kediri telah mengeluarkan larangan bagi pendaki yang ingin menuju puncak Gunung Kelud. Hal ini terkait tingginya curah hujan saat ini, meski lokasi wisata Gunung Kelud masih dibuka dan boleh dikunjungi wisatawan.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.