Kabupaten Kediri Miliki Monumen Pahlawan Nasional Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo

Petrus - 19 December 2017
Monumen Pahlawan Nasional Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo diresmikan di salah satu taman di Kabupaten Kediri (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sebuah monumen berupa patung Pahlawan Nasional Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo, berdiri kokoh di salah satu taman di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (18/12/2017). Patung itu sebagai hibah dari Universitas Prof. Dr. Moestopo kepada Pemerintah Kabupaten Kediri.

Peresmian dilakukan Menteri Sosial Khofifah Indar Prawansa, yang mengakui peran besar Prof. Dr. Moestopo dalam pembangunan Indonesia di masa awal kemerdekaan. Bahkan semangat Prof. Dr. Moestopo diteruskan oleh cucunya dengan mendirikan perguruan tinggi.

“Beberapa waktu yang lalu, tim dari Universitas Prof. Dr Moestopo Beragama, mengkomunikasikan ke Kementerian Sosial jika mereka membuat monumen Pahlawan Nasional yang kemudian dihibahkan ke Pemkab Kediri. Maka kami mengkomunikasikan dan akhirnya bertemu hari ini,” ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Hibah monumen patung Prof. Dr. Moestopo ini diterima secara langsung oleh Bupati Kediri Haryanti Sutrisno.

“Kalau kita melihat secara simbolik ada monumen patung Pahlawan Nasional disini, mudah mudahan ada semangat pula untuk membangun jiwa pengorbanan, keteladaan dan perjuangan akan tetap tumbuh,” kata Khofifah.

Khofifah juga berharap bahwa monumen ini dapat dijadikan salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Kediri.

“Ini bisa dijadikan salah satu destinasi wisata baru untuk Kabupaten Kediri,” imbuhnya.

Majyen TNI (Purn) Prof. Dr. Moetopo adalah salah satu Pahlawan Nasional yang lahir di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, pada 13 Juni 1913. Pahlawan penerima Bintang Maha Putera ini wafat di Bandung, 29 September 1986.

Ia merupakan tokoh nasional yang mengabdikan dirinya kepaada bangsa, tanah air dan masyarakat tanpa pamrih sampai akhir hayatnya. Disamping itu, ia mendapat sebutan sebagai Bapak Ilmu Komunikasi, Bapak Ilmu Kedokteran Gigi, serta Bapak Pengawal Pancasila.

Bersama dengan Bung Tomo dan Ulama, Moestopo berperan penting dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Beberapa pesan yang disampaikan olehnya sebelum wafat diantaranya, ‘Ketakwaanmu kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kehormatanmu lepada Ayah, Bunda dan Gurumu. Kehormatan dan ketaatanmu kepada Negara Kesatuan RI dan UUD 1945, Bertanggungjawab atas keselamatan nusa dan bangsa.

Rajinlah belajar dan bekerja, berjiwalah jujur, berjuang dan membangun sampai akhir hayat, serta laksanakanlah butir-butir mutiara Pancasila dalam tingkah laku sehari-hari, dengan keyakinan bahwasanya Tuhan Yang Maha Esa selalu meridohi dan melindungi generasi muda.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.