Jurus Ala Barno, Kades di Ponorogo yang Berhasil Majukan Desanya

Wawan Gandakusuma - 21 December 2018
Kades Barno (kemeja oranye) saat mendapat penghargaan Peduli Buruh Migran, di Kota Malang. Kamis (20/12/2018). Foto : (Super Radio/Fena Olyvia)

SR, Malang – Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, adalah salah satu desa tertinggal di Kabupaten Ponorogo yang kini perlahan mulai menjadi sebuah desa yang mandiri dan menjadi desa percontohan di daerah lain. Salah satu kunci keberhasilan Desa Bringinan untuk terus maju, tak lepas dari polesan tangan dingin Barno, sang Kepala Desa. Di tangan pria yang pernah bekerja di Malaysia ini, sinergitas bisa berjalan dengan baik sehingga membawa manfaat yang positif bagi desa Bringinan.

“Kuncinya adalah sinergisitas, rasa kebersamaan, rasa memiliki itu ditanamkan pada jiwa masyarakat sehingga terjadi kekuatan yang positif untuk membangun desa mandiri,” ujar Barno kepada Super Radio, Jum’at (21/12/2018).

Barno yang menjabat Kepala Desa sejak 2013 ini, mengaku prihatin dengan kondisi di desanya, baik secara sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA). Perlahan namun pasti, ia menyusun rencana dan strategi untuk memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di desanya.

“Desa saya ini masuk dalam desa yang tertinggal, saya prihatin dan berusaha untuk menekan tingkat kepergian keluar negeri ini dapat berkurang, dan dengan adanya Dana Desa kami selaku kepala desa sangat terbantu sekali. Kita dapat menguatkan kapasitas dan sumber daya kami, dengan melakukan berbagai pelatihan untuk masyarakat kami,” jelas Barno.

Setelah mendapatkan kucuran Dana Desa di tahun 2015, Barno mulai membuat program di desa Bringinan dengan prioritas pada tiga hal. Yakni kesehatan, pendidikan dan pembangunan infrastruktur yang mengarah pada potensi desa.

Di bidang kesehatan, Barno membuat Program Kartu Bringinan Sehat (KBS), bagi masyarakat berusia diatas 55 tahun. Menurut Barno, sehat adalah kebutuhan pokok setiap orang, dan tahun ini pihaknya akan memberlakukan KBS untuk usia 50 tahun keatas, tanpa memandang status ekonomi masyarakat tersebut.

“Fasilitas yang diterima masyarakat dari Kartu Bringinan Sehat adalah cek gula darah, kolesterol, asam urat, cek kesehatan, dan makanan bergizi tambahan secara gratis yang dialokasikan dari dana desa. Sekarang ada sebanyak 320 orang yang mendapat kartu tersebut,” tambahnya.

Di bidang pendidikan, Desa Bringinan memberikan beasiswa hingga tingkat Sekolah Menengah Atas untuk warganya yang berprestasi, sebagai bentuk apresiasi dalam meningkatkan pendidikan warga desa.

Sedangkan di bidang infrastruktur, Barno membuat program irigasi untuk pengairan sawah warga. Irigasi ini penting karena jauhnya sumber mata air di Desa Bringinan. Irigasi ini dibangun dengan pengeboran sistem sumur dangkal yang kemudian airnya dialirkan ke lahan pertanian warga.

Menurut Barno, Dana Desa sangat efektif untuk membantu meningkatkan infrastruktur, dan SDM yang ada di sebuah desa. Hanya saja semua tergantung kepada kepala desanya, memiliki cita-cita untuk desanya atau tidak.

“Semua desa pasti mendapatkan Dana Desa, hanya saja tergantung kepala desanya, punya cita-cita atau tidak, kalau tidak ya akan percuma Dana Desanya,” tuturnya.

Selain memaksimalkan Dana Desa, untuk menjalankan semua program yang ada di Desa Bringinan, Barno juga menggunakan bantuan dana Pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan dari masyarakat, yang kemudian disinergikan.

“Pembangunan itu tidak cukup jika hanya pembangunan fisik, namun pembangunan sumber daya manusia itu lebih penting. Kalau fasilitas ada tapi SDM nya tidak meningkat juga percuma, sehingga dua-duanya harus seiring,” pungkas Barno.

Sekedar informasi, karena hasil kinerjanya ini, dalam acara Sarasehan Hari Buruh Migran Internasional (International Migrant Day), Barno meraih penghargaan sebagai tokoh Aparatur Sipil Negara yang peduli terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI), dari Peduli Buruh Migran yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan di Universitas Ma Chung, Kota Malang, Kamis (20/12/2018). (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.