Jokowi Minta Ulama Dukung Program Pemerintah

Petrus - 5 April 2017
Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah ulama di Istana Negara, Jakarta (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengapresiasi peran dan bimbingan para ulama dalam menyejukkan suasana di setiap daerah. Hal ini dilakukan untuk memelihara semangat kebersamaan dan kedamaian antar masyarakat di tanah air.

“Kami sangat menghargai peran dan seluruh usaha para ulama dalam membina umat Islam, dalam mengawal umat Islam,” ujar Presiden Jokowi saat menerima sejumlah ulama di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Jokowi pun berpesan kepada para ulama untuk terus mendukung pemerintah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Pemerintah ingin sekali lagi menitipkan kepada para ulama agar kesejukan dalam mendinginkan situasi kota, daerah, maupun negara kita ini terus kita jaga bersama-sama antara ulama dan umaro, sehingga negara kita selalu dalam keadaan damai,” kata Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga menyampaikan kondisi perekonomian Indonesia yang pada tahun 2016 lalu berhasil mencapai posisi pertumbuhan 5,02 persen. Sedangkan untuk pengendalian harga, Indonesia berhasil menjaga inflasi pada posisi 3,02 persen setelah sebelumnya pada posisi sembilan sampai delapan persen.

“Kalau kita bandingkan dengan negara yang lain dengan negara-negara G20 misalnya negara-negara besar kita hanya kalah dengan India dan China. Indonesia berada pada posisi nomor 3, Alhamdulillah,” ucap Presiden.

Namun demikian, masih ada sejumlah masalah yang harus diselesaikan pemerintah, salah satunya adalah masalah ketimpangan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Bahkan masalah tersebut merupakan masalah terberat yang dihadapi pemerintah, mengingat banyak masyarakat yang merasa belum menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut.

“Memang pertanyaannya sekarang yang banyak kami dengarkan dari kampung, dari desa, dari daerah, lima persen itu yang mendapatkan siapa Pak Presiden? Siapa yang mendapatkan? Apakah kita? Apakah kami? Inilah yang perlu kami jawab dengan kebijakan dan program yang akan dilakukan oleh pemerintah,” kata Jokowi.

Sementara itu, KH. Syuukron Makmun dari Pondok Pesantren Darurohman Jakarta berharap, agar penyelesaian segala persoalan bangsa dilakukan dengan hukum yang adil.

“Kami menginginkan kepada Bapak Presiden, berharap segala persoalan bangsa ini diselesaikan dengan yang haq, dengan yang adil seadil-adilnya. Kami sampaikan, alhamdulillah tanggapan beliau baik,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, K.H Syuukron juga menyampaikan usulannya kepada Presiden untuk menggelar pertemuan antar umat beragama untuk menyatukan suara antar pemuka agama, sehingga kemudian bisa disampaikan kepada umatnya.

“Dalam negara yang pluralistik kami ingin kedamaian yang kekal, kedamaian yang sebenarnya bukan yang sifatnya abu-abu, oleh sebab itu kami harapkan kepada bapak presiden untuk membuat pertemuan antartokoh umat agama untuk mengatakan kata sepakat,” ujarnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pertemuan ini digelar Presiden untuk bertukar pikiran dengan para ulama terkait kehidupan umat.

“Bapak Presiden mengundang para ulama dalam rangka ingin mendengar langsung apa saja yang menjadi harapan-harapan, keinginan-keinginan, aspirasi yang berkembang, terkait dengan kehidupan keumatan selama ini,” ujar Lukman.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.