Jokowi Berani Tidak Populer Demi Perbatasan

Fena Olyvira - 29 January 2019
Menko Polhukam Wiranto. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memuji kinerja yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengembangkan daerah perbatasan. Menurutnya, Jokowi sudah siap tidak populer karena berani mengambil keputusan membangun daerah perbatasan.

“Jokowi ini berani. Kita sekarang banting stir bangun daerah perbatasan risiko untuk tidak populis ada tidak dimengerti orang, Namun perbatasan itu menjawab tidak hanya brilian tapi strategis karena menjawab kebutuhan masyarakat yang hakiki,” ujar Wiranto dalam rapat koordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2019 di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Menurut Wiranto, keputusan pembangunan perbatasan merupakan hal yang luar biasa. Hal ini justru lama ditinggalkan oleh pemerintahan sebelumnya yang justru lebih fokus membangun kota.

“Saya biasa ikutin pemerintahan, biasanya fokus pembangunan yang sudah ada dan lanjutkan, dan berpusat di kota bukan di perbatasan. Kenapa? Karena kalau di kota langsung terlihat hasilnya, langsung dapat pujian dapat apresiasi, tapi bangun daerah pinggiran dinomorduakan. Nah ini (Jokowi) brilian karena berani mengambil risiko yang membangun perbatasan yang tidak populis,” katanya.

Pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

11 PLBN yang akan dibangun itu antara lain PLBN Serasan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau; PLBN Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat; PLBN Sei Kelik, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat; PLBN Long Nawang Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara; PLBN Long Midang/Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, PLBN Labang Kabupaten Nunukan, Provinsi Klimantan Utara, PLBN Sei Nyamuk, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Selain itu juga PLBN Oepoli Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; PLBN Napan Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur; PLBN Yetetkun Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua; dan PLBN Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

Sebelumnya, pemerintah juga telah membangun 7 PLBN yang kini hasilnya sudah terlihat di daerah perbatasan. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.