Jokowi Ajak Masyarakat Bangga Dengan Produk Indonesia

Petrus - 22 April 2017
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat kunjungan kerja ke Sukoharjo, Jawa Tengah (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Sukoharjo – Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat Indonesia untuk bangga dengan produk asli Indonesia. Menurutnya, kualitas produk buatan Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan produk buatan luar negeri.

“Saya tahu, banyak orang kita ingin beli barang merk luar negeri. Kalau lihat di sini ada tulisan made in Indonesia langsung batal beli. Senangnya barang-barang impor. Ini yang harus dihentikan. Kita harus mencintai produk-produk yang diproduksi di dalam negeri,” kata Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (22/4/2017).

Jokowi menambahkan, sebenarnya banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang mampu memproduksi barang dengan kualitas internasional. Salah satunya ialah PT Sri Rejeki Isman Tbk yang lebih dikenal dengan Sritex. Menurut Jokowi, perusahaan yang bergerak di bidang tekstil tersebut mampu berbicara banyak di pasar internasional.

“Kita lihat Sritex. Salah satu bukti merk Indonesia yang merajai pasar dunia. Mulai dari seragam militer, pakaian kerja, pakaian fesyen, dan pakaian anak semuanya dipasok Sritex. Enam puluh persen produknya untuk ekspor,” ujar Jokowi.

Jokowi mengapresiasi upaya Sritex untuk lebih meningkatkan persaingan dengan dunia internasional. Salah satunya dengan memperluas pabrik, sehingga kapasitas produksi dapat ditingkatkan.

“Saya tanya, apakah kita kalah dengan tekstil Vietnam? Karena saya dengar tekstil kita kalah oleh Vietnam. Dijawab oleh Pak Iwan (Presdir Sritex), kita tidak kalah. Kita bisa bersaing dengan mereka,” imbuh Presiden.

Sebagai bentuk dukungan kepada perusahaan-perusahaan Indonesia agar dapat bersaing di pasar global, pemerintah terus mengupayakan untuk memberikan kemudahan dalam berusaha. Diantaranya melalui penyederhanaan perizinan yang harus diakui menjadi momok bagi kebanyakan pengusaha.

“Begitu daya saing kita turun, ya sudah kita akan dilibas oleh produksi dari luar. Oleh sebab itu, pemerintah sekarang ini memotong habis urusan-urusan yang berkaitan dengan perizinan. Saya berikan contoh pembangkit listrik, dulu ada 259 izin. Kalau dimasukkan koper bisa menjadi 10-15 koper. Sekarang kita potong menjadi 56 izin. Tapi itu pun buat saya masih terlalu banyak,” lanjutnya.

Selain itu, pemerintah juga fokus bekerja pada perbaikan dan pembangunan sejumlah infrastruktur di Tanah Air, untuk mendorong agar produk-produk Indonesia masuk ke pasar ekspor. Jokowi percaya, pembangunan infrastruktur merupakan hal yang paling dibutuhkan Indonesia saat ini, untuk dapat bersaing dengan negara-negara lainnya.

“Infrastruktur ini kita kerjakan habis-habisan untuk daya saing, supaya kita tidak kalah berkompetisi. Tahapan kedua nanti kita akan masuk ke industri pengolahan, tahapan ketiga kita akan masuk ke industri jasa. Strategi pembangunan kita seperti itu, karena semua negara sekarang ini berbenah diri,” ucapnya.

Jokowi berpesan agar Sritex dan perusahaan tekstil serta produk tekstil (TPT) lainnya agar senantiasa menjaga kualitas produk. Selain itu, ia juga meminta agar inovasi dan penguasaan teknologi terus dilakukan.

“Kepada Sritex dan seluruh produsen TPT di Indonesia, saya minta dijaga kualitas dan ketepatan waktu dalam pengiriman. Terus berinovasi, jangan tertinggal teknologinya. Kita harus buktikan bahwa produk-produk Indonesia memang berkualitas tinggi dan patut dibanggakan,” pungkas Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.