Jelang Pilkada Serentak, Menko Polhukam Lakukan Rapat Koordinasi Akhir

Petrus - 22 June 2018
Menko Polhukam Wiranto, memberi keterangan pers usai Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri, Kesiapan Akhir Pilkada Serentak Tahun 2018, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta (foto : Superradio/Nina Suartika)

SR, Jakarta – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak di 171 daerah provinsi, kabupaten dan kota, yang akan dilakukan pada 27 Juni 2018 mendatang, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto melakukan rapat koordinasi terakhir bersama dengan kementerian dan lembaga terkait. Rapat ini untuk memastikan agar Pilkada dapat terlaksana dengan aman, jujur, adil, bermartabat, dan membanggakan seluruh bangsa Indonesia.

“Dalam rapat ini kita melakukan checking terakhir dari berbagai rapat yang sudah dilakukan, dan karena tinggal lima hari lagi tentunya kita membutuhkan satu checking terakhir, kesiapan-kesiapan apa yang telah kita lakukan, hal-hal apa yang masih menjadi permasalahan yang harus segera kita selesaikan. Sehingga pada saat pemilu nanti tidak akan lagi ada masalah yang kita anggap mengganggu pelaksanaan pemilu, baik penyelenggaraannya maupun pengamanannya harus siap,” ujar Menko Polhukam Wiranto, usai memimpin Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri, tentang Kesiapan Akhir Pilkada Serentak Tahun 2018, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Dari penyelenggaraan, hal-hal yang dibahas diantaranya masalah anggaran. Wiranto mengakui masih ada beberapa daerah yang belum sampai. Namun, ia memastikan pada saat pemilu dilaksanakan, anggaran itu sudah dapat sampai ke alamat penyelenggara.

“Artinya dari sisi anggaran sudah tidak ada masalah,” katanya.

Terkait masalah distribusi logistik pemilu, Wiranto mengatakan, daerah-daerah pada saat disalurkan ada logistik yang rusak, seperti surat suaranya, kotaknya, dan sebagainya, maka sudah dilakukan produksi ulang dengan cepat dan sudah dihitung. Ia menegaskan pada saatnya nanti logistik bakal sampai ke alamat, sehingga tidak akan mengganggu pelaksanaan pemilu itu.

“Kesiapan IT juga sudah diperhitungkan dapat mengcover seluruh kegiatan pemilu, termasuk penghitungannya. Dan yang sangat membanggakan bahwa sistem IT ini diawaki, direncanakan dan dikendalikan oleh anak-anak bangsa sendiri, putra putri kita dari perguruan tinggi menyumbangkan keahliannya dan telah melakukan satu sistem IT yang sangat akurat yang kita harapkan tidak ada masalah,” kata Wiranto.

Masalah netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan aparat keamanan, juga turut dibahas dalam rapat tersebut.

“Kita juga tadi menekankan netralitas ASN, termasuk masalah yang menyangkut netralitas aparat keamanan, itu sudah kita jamin bahwa pada saat nanti tidak akan ada keberpihakan dari pihak-pihak tertentu dan memang harus netral dari pelaksanaan itu,” ujar Wiranto.

Dari masalah keamanan, dilaporkan oleh Kapolri dan Panglima TNI, bahwa Polri dan TNI telah melakukan perencanaan yang sangat akurat dan optimal, untuk menjaga agar pemilu ini bebas dari ancaman dan dapat dilaksanakan dengan aman. Wiranto mengatakan, Polri dan TNI telah menggelar kekuatan-kekuatan yang cukup untuk dapat mengcover atau mengamankan seluruh daerah pemilihan di 171 daerah tersebut.

“Tentu kami memohon kepada masyarakat bahwa Pemilukada ini bukan hanya milik pemerintah dan aparat keamanan saja, tapi merupakan milik bangsa Indonesia dalam praktek negara demokrasi. Dengan demikian, tugas untuk menyukseskan pemilu bukan hanya pemerintah saja ataupun TNI, Polri, KPU, dan Bawaslu, tapi merupakan tugas seluruh masyarakat Indonesia,” kata Wiranto.

Tanpa adanya kerja sama dan dukungan dari masyarakat yang luas, tidak mungkin pemerintah dapat berhasil untuk melaksanakan pemilu yang aman, jujur, adil, bermartabat, dan membanggakan seluruh bangsa.

“Kami semuanya mengharapkan seluruh komponen bangsa atau pihak manapun untuk bersama-sama membantu dan menghormati proses ini, agar pemilu ini dapat kita laksanakan dengan aman, tertib, sukses dan bermartabat, dan itu akan meningkatkan kepercayaan dunia internasional kepada bangsa yang sedang melaksanakan satu proses demokrasi,” kata Wiranto.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.