Jelang Lebaran, Permintaan Uang di Banyuwangi Capai Rp.610 Miliar

Yovie Wicaksono - 31 May 2017
Kepala Cabang Bank Jatim Banyuwangi, Hermanto (berdasi biru) saat menerima Kas Titipan dari Kantor Bank Indonesia Jember, Rabu (31/5/2017). (Foto : Superradio/Fransiskus Wawan)

SR, Banyuwangi –  Jelang Idul Fitri 1438 H, data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember menyebut pemenuhan permintaan uang di Banyuwangi mencapai Rp.610 Miliar. Uang tersebut disalurkan melalui kas titipan di Bank Jatim, Banyuwangi.

Permintaan sejumlah uang tersebut merupakan kebutuhan setiap bank di Banyuwangi untuk pemenuhan selama bulan ramadhan ini.

“Untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat selama ramadan rencananya BI akan melakukan dropping uang kas titipan di Banyuwangi sebanyak Rp 610 Miliar. Tapi itu tidak semua langsung dilakukan dropping sebanyak itu. Saat ini dropping uang untuk kas titipan sebanyak Rp 190 Miliar. Nanti bertahap sesuai plafon, seperti saat ini saldo di kas titipan ini tinggal 20 persen maka kita lakukan dropping lagi,” ujar Kasir Bank Indonesia Jember, Joni Setyahadi, Rabu (31/5/2017).

Pemenuhan uang kas titipan di Banyuwangi, kata Joni, memang lebih tinggi dibanding 4 kabupaten lain yang masuk wilayah BI Jember. Hal ini disebabkan berbagai faktor, di antaranya pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang berkembang cukup pesat.

“Didukung pula dengan program pemerintah Banyuwangi yang juga meningkat setiap tahunnya. Jadi mengapa BI mengadakan kas titipan di Banyuwangi. Dengan adanya ini perbankan tidak perlu mengambil uang ke jember, cukup ke Bank Jatim yang ditunjuk sebagai pengelola kas titipan ini,” jelasnya.

Joni menambahkan, kebutuhan perbankan di wilayah Kabupaten Jember, Situbondo, Bondowoso dan Lumajang hanya sekitar Rp.3.874 Miliar.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Jatim Banyuwangi, Hermanto mengatakan, untuk kas titipan, Bank Indonesia mempercayakan pendistribusian ke perbankan lain melalui Bank Jatim Cabang Banyuwangi.

Pada awal pendistribusian periode Desember 2016 hingga Maret 2017, Bank Indonesia menitipkan kas titipan sebesar Rp.100 Miliar.

“Karena animo masyarakat cukup besar, maka pada periode April 2017 lalu, Bank Indonesia meningkatkan kas titipan menjadi Rp.200 Milyar. Sedangkan total kas titipan yang akan diterima oleh Perbankan Banyuwangi sebesar Rp.610 Miliar, yang dilakukan secara bertahap,” ucap Hermanto.

Dijelaskan juga oleh Hermanto, pada bulan ramadhan ini diprediksi permintaan transaksi akan meningkat hingga lebaran mendatang. Terkait hal itu, Bank Indonesia mengalokasikan kas titipan hingga sebesar Rp.610 Miliar. (wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.