Jelang Lebaran, Mendag Blusukan di Banyuwangi

Yovie Wicaksono - 21 June 2017
Menteri Perdagangan Enggartiastio Lukito Blusukan di Pasar Blambangan Untuk Sidak Harga Sembako di Banyuwangi Jelang Idul Fitri. (Foto : Superradio/Fransiskus Wawan).

SR, Banyuwangi – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukito melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Blambangan Banyuwangi, Selasa (20/6/2017). Dalam sidak tersebut, diketahui jika harga komoditas pangan di Banyuwangi relatif stabil, bahkan harga sebagian komoditas menurun.

Saat blusukan ke  Pasar Blambangan, Mendag langsung berkeliling mengunjungi sejumlah kios pedagang. Mulai dari toko kelontong, penjual sayur mayur, hingga penjual daging. Di sana, Mendag menemui sejumlah pedagang toko kelontong yang menjual bahan kebutuhan pokok yang dipasok Bulog.

“Dari hasil pantauan, secara keseluruhan harga-harga komoditi stabil, bahkan cenderung turun. Bahakan sejumlah komoditas, menjadi penyumbang deflasi. Stabilnya harga ini tidak hanya di Banyuwangi, namun kondisi nasional relatif sama,” kata Enggartiasto kepada Superradio.

Misalnya untuk harga beras pedagang menjual dengan harga Rp.9500 perkilogram, telur Rp.19 ribu per kg, daging segar lokal Rp.120 per kilogram, daging ayam Rp.32 ribu per kilogram, gula Rp.11 ribu per kilogram, minyak goreng Rp.11 ribu per liter dan bawang putih Rp.30 ribu per kilogram.

“Semua komoditi tersebut harganya stabil dan aman, kalaupun ada kenaikan tidak signifikan seperti daging sapi dan daging ayam, itupun dalam empat hari terakhir. Stok secara nasional juga aman sekali. Daging aman, beras aman, gula sangat aman, minyak goreng aman, begitu juga bawang putih,” tuturnya.

Komoditi telur, ujar Enggartiasto, harga di tingkatan peternak justru di bawah harga acuan pemerintah. Pemerintah menetapkan harga telur dari peternak sebesar Rp. 18 ribu, tapi pedangang di Banyuwangi menjual Rp 19 – 20 ribu ke konsumen.

“Ini menunjukkan bahwa penjual membeli di peternak di bawah 18 ribu rupiah,” ujarnya.

Enggartiasto menjelaskan stabilnya harga ini tidak terjadi secara instan, tapi sejumlah strategi sudah dipersiapkan sejak akhir tahun 2016. Salah satunya adalah memastikan semua stok kebutuhan pokok aman.

“Stok sudah kami pastikan sejak akhir tahun lalu. Beberapa komoditi yang butuh suplai dari luar, sudah kami impor seperti bawang putih dan daging. Untuk bawang puting sengaja kami gelontorkan terus ke pasar untuk menekan harga. Hasilnya di pasar induk harga sudah turun hingga Rp. 13 ribu per kilogram,” katanya.

Selain itu, Kemendag juga melakukan impor daging. “Tapi di Jawa Timur tidak kami masuki daging impor, sesuai kebijakan Jatim, para peternak di Jatim mampu mencukupi kebutuhan regionalnya, apalagi di Jatim salah satu sentra daging yang cukup,” jelasnya.

Enggartiasto menegaskan pihaknya tidak membatasi kuota impor daging, hal ini untuk menghindari potensi korupsi yang bisa terjadi. Selain itu impor juga dibarengi dengan persiapan kemandirian swasembada daging.

“Kita lihat kebutuhan di lapangan, bila memang perlu baru kita impor. Kami juga minta kepada para importir sapi tidak hanya mengimpor sapi pedaging tapi juga indukannya, ini untuk menjaga keseimbangan jumlah sapi di dalam negeri, dan nantinya juga kita dorong agar mereka juga mau jadi peternak secara bertahap,” katanya.

Sementara itu, selepas blusukan ke pasar Blambangan, Enggartiasto juga melakukan sidak di salah satu pasar modern di Banyuwangi Roxy. Ketika melakukan sidak di Roxy, Enggartiasto tidak menemukan kejanggalan.

“Disini harga masih stabil. Seperti harga gula lokal, masih dijual Rp.12.100,- / Kg. Begitu juga dengan minyak goreng kemasan juga masih normal harganya,” ujarnya. (wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.