Jelang Kepulangan PPIH, Kemeskes Akan Kirim Tim Kesehatan ke Arab Saudi

Petrus - 26 September 2018
SR, Madinah – Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo menyatakan, bahwa jemaah haji yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi telah dirawat dengan baik. Adapun kendala yang dialami adalah soal bahasa.
“Memang ada kesulitan bahasa. Oleh karena itu dari KKHI menyediakan penerjemah yang datang setiap hari untuk memberikan informasi kepada dokter dan perawat, sehingga pasien dapat ditangani dengan baik,” kata Untung di Madinah, Selasa (25/9/2018).
Terkait akan berakhirnya tugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada tanggal 26 September ini dimana tenaga kesehatan akan pulang ke Indonesia, Untung menegaskan pasien yang ada di RSAS akan menjadi kewenangan Konsul Jenderal. Meski demikian, Kemenkes RI akan kembali mengirimkan dokter ke Arab Saudi untuk memantau kesehatan jemaah haji yang masih dirawat.
“Itu menjadi perhatian dari konsul Jenderal. Namun dari Kementerian Kesehatan RI tetap mengirim 6 orang dokter yang akan pergantian ke rumah sakit untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang kita lakukan hari ini. Mereka akan melihat pasiennya, melihat kemajuan dari pengobatan dan berkomunikasi dengan dokter yang merawat pasien sehingga pengobatan dapat diberikan dengan baik,” kata Untung.
Ia menambahkan, tim kesehatan merupakan wakil dari keluarga.
“Karena pada keadaan tertentu dimana keluarga tidak ada kita memberikan inform consen,” katanya.
Kepada keluarga di Indonesia, Untung menyatakan semua pasien ditangani dengan baik.
“Bersabarlah. Kita berusaha dengan sebaik-baiknya. Insya Allah kalau memang diberikan kesembuhan oleh Allah maka dapat kita kembali ke Indonesia dan tadi ada 1 pasien yang dapat di pulangkan ke Indonesia,” kata Untung.
Sementara itu, Kepala Pusat kesehatan Haji Eka Jusup Singka menegaskan, apa yang dilakukan terhadap para pasien yang masih dirawat ini merupakan komitmen dalam pelayanan kesehatan haji.
“Ini semua sebagai wujud nyata bahwa Kemenkes RI berkomitmen dalam mendukung penyelenggaraan haji,” tegas Eka.
Sampai dengan 23 September 2018, jumlah jemaah haji yang dirawat di RSAS di Madinah berjumlah 35 orang.
Mereka dirawat di 6 RS, yaitu 8 pasien di RS King Fahad, 15 pasien di RS AL-Ansar, 2 pasien di RS Al-Dar, 6 pasien di RS Uhud, 1 pasien di RS Sulaiman, 4 pasien di Mowassat.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.