Jelang Angkutan Lebaran, KAI Gelar Inspeksi

Yovie Wicaksono - 25 April 2019
KA Inspeksi. Foto : (Humas Daop 8 Surabaya)

SR, Surabaya – Menjelang angkutan Lebaran 2019, Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan inspeksi ke berbagai wilayah di pulau Jawa selama tiga hari mulai 23 – 25 April 2019 menggunakan kereta khusus, yaitu KA Inspeksi.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, kegiatan inspeksi ini untuk melihat sejauh mana kesiapan moda kereta api dalam menghadapi angkutan Lebaran tahun ini. Mulai dari kesiapan jalur, stasiun, pelayanan, hingga SDM KAI harus benar-benar dipastikan siap dalam melayani penumpang pada masa angkutan lebaran 2019 nanti.

“Saya meminta kepada seluruh pegawai KAI agar memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, khususnya selama momen Lebaran 2019,” ujar Edi.

Tidak hanya itu, dalam perjalanan ini juga dilakukan identifikasi akan titik-titik rawan yang harus dijaga ekstra. Ini mengingat arus perjalanan kereta api semakin banyak saat momen Lebaran 2019. Titik rawan yang dimaksud dapat berupa daerah rawan banjir, tanah longsor, hingga pelemparan dan vandalisme.

Executive Vice President Daop 8 Surabaya Suryawan Putra Hia mengatakan, PT KAI Daop 8 Surabaya telah menyiapkan strategi management resiko yang diberi nama “AMUS” (Alat Material Untuk Siaga) di daerah-daerah yang dipetakan rawan, dimana di wilayah Daop 8 Surabaya terdapat 17 titik daerah  yang berpotensi rawan banjir atau longsor.

Bagian dari strategis AMUS tersebut diantaranya penyediaan berbagai macam alat pemelihara jalur rel dan material seperti karung berisi pasir, batu kricak, potongan rel dan sebagainya, dimana telah disiapkan di 4 titik strategis diantaranya di Bangil, Mojokerto, Wlingi dan Babat.

Selain itu, dalam hal Untuk Siaga, telah disiapkan petugas ekstra sebanyak 175 orang, diantaranya Tenaga Flying Gank, Petugas Pemeriksa Jalur  (PPJ) tambahan, Penjaga Jalan Lintasan (PJL) Tambahan, dan petugas posko daerah rawan juga disiagakan di sepanjang lintas KA untuk mencegah terjadinya gangguan.

“Untuk lebih mengoptimalkan keselamatan perjalanan kereta api, PT KAI Daop 8 Surabaya akan menambah jumlah personel ekstra sebanyak 175 orang guna memastikan keandalan jalur rel kereta api. Para petugas ekstra tersebut diantaranya 37 orang Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra untuk melakukan pengecekan jalur kereta api, 119 orang Petugas Jalan Lintasan (PJL) dan 19 personel tambahan untuk menjaga daerah rawan seperti banjir longsor dan ambles,” ujar Suryawan.

Dari aspek keamanan, Suryawan Putra Hia mengatakan KAI Daop 8 juga menyiapkan Petugas Pengamanan tambahan yang bekerjasama dengan TNI-Polri.  “Dalam rangka Angkutan Lebaran 2019, Kami akan menambah 100 personil keamanan yang berasal dari TNI, Polri, dan unit K9 (anjing pelacak) yang ditempatkan di stasiun dan jalur KA wilayah Daop 8 Surabaya,” ujarnya disela-sela kegiatan inspeksi.

Terdapat dua KA Inspeksi yang perjalanan keduanya dimulai dari Stasiun Gambir. Yang pertama adalah KA Inspeksi Generasi 2, yang akan menuju Stasiun Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, Jember, hingga Stasiun Banyuwangi melalui jalur Lintas Utara Jawa. Sedangkan Lintas Selatan Jawa akan menggunakan KA Inspeksi Generasi 3 yang akan menuju Stasiun Bandung, Purwokerto, Semarang Tawang, Malang hingga Stasiun Surabaya Gubeng.

Turut serta dalam inspeksi tersebut Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri beserta jajarannya, Ketua Komite Nasional Keselamatan Nasional Soerjanto Tjahjono beserta jajarannya, jajaran Komisaris dan Direksi KAI, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sekedar informasi, tahun ini, KAI menetapkan masa angkutan Lebaran selama 22 hari, mulai 26 Mei hingga 16 Juni 2019. Manajer Humas Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan PT KAI Daop 8 Surabaya menyiapkan 91 perjalanan KA, dengan rincian 83 KA regular dan 8 KA tambahan.

PT KAI Daop 8 Surabaya menyediakan total tempat duduk selama masa angkutan lebaran sebanyak 1.019.274 tempat duduk, dengan perkiraan okupansi penumpang kereta api keberangkatan Daop 8 sebanyak 793.500 penumpang.

Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 4 persen dari tahun lalu dengan volume sebanyak 762.085 penumpang. Sedangkan masa puncak angkutan lebaran diprediksi terjadi pada Sabtu (1/6/2019) atau H-4 lebaran (pra lebaran) dan pada Minggu (9/6/2019) atau H+3 lebaran (pasca lebaran).

“Melalui persiapan yang matang, kita harapkan moda transportasi KA selama masa angkutan lebaran 2019 ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” kata Suprapto. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.