Jawa Timur Waspadai Ancaman Narkoba Pada Generasi Muda

Petrus - 13 March 2017
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Nina Soekarwo pada acara orientasi upaya pencegahan kejahatan seksual terhadap anak dan sosialisasi pola asuh anak dan remaja dalam keluarga (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadikan penanganan korban narkoba sebagai program prioritas, karena pertimbangan jumlah korban narkoba yang cukup besar. Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Nina Soekarwo, pada acara Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Surabaya, Senin (13/3/2017).

Data yang diperoleh PKK Provinsi Jawa Timur menyebutkan, jumlah korban narkoba di Jawa Timur yang direhabilitasi sebanyak 5.855 anak di tahun 2015. Dari angka tersebut, pelajar atau usia produktif menempati peringkat terbanyak sebagai korban narkoba, yaitu 4.915 anak laki-laki dan 940 anak perempuan.

“Kita miris melihat jumlah korban narkoba. Jatim menempati peringkat kedua setelah DKI Jakarta, sebuah jumlah yang bukan sedikit untuk keberlanjutan generasi muda,” kata Nina Soekarwo.

Dari jumlah itu, korban terbanyak pada kelompok usia 15-19 tahun, yaitu 2.151 orang, dan kelompok usia 20-24 tahun sebanyak 1.103 orang. Berdasarkan tingkat pendidikan, korban terbanyak adalah siswa SMP sebanyak 2.749 orang, siswa SMA sebanyak 1.997 orang, dan diikuti karyawan swasta 1.553 orang, serta wiraswasta 1.416 orang.

Selain penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang di kalangan generasi muda, permasalahan lain yang juga perlu perhatian serius adalah kejahatan seksual terhadap anak. Maka pendidikan dan pembinaan terhadap perkembangan generasi muda harus dilakukan sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan atau 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk diperhatikan.

“Kita harus mewaspadai perkembangan anak-anak, dimulai dari keluarga masing-masing dan lingkungan dasa wisma PKK,” ujar Nina.

Unicef menyebutkan anak usia 0-8 tahun tidak boleh diabaikan, terutama saat usia Kemerdekaan Indonesia pada 2045. Bonus demografi harus dapat dimanfaatkan dengan baik, bukan malah menjadi kerugian atau bencana bagi bangsa.

Nina Soekarwo berharap, masyarakat semakin peduli dengan perkembangan generasi muda penerus bangsa, sebagai potensi besar untuk menjadi bangsa yang maju. Potensi generasi muda bangsa ini harus terus di stimulasi dan difasilitasi, agar dapat berkembang dengan optimal.

“Saya mengajak para orang tua untuk mendidik putera-puterinya dengan baik, sekaligus memberikan proteksi yang aman. Karena anak  sejak lahir sebenarnya sudah memiliki berbagai potensi yang dikaruniai Tuhan,” tandas Nina Soekarwo.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.