Jawa Timur Pastikan Siap Amankan Mudik dan Libur Lebaran

Petrus - 14 June 2018
Ilustrasi. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berjabat tangan dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin di saksikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Machfud Arifin memerintahkan jajarannya untuk tetap waspada selama masa mudik dan libur Lebaran 2018, terhadap berbagai ancaman dan gangguan keamanan di Jawa Timur. Hal ini tidak lepas dari teror bom bunuh diri yang terjadi pada pertengahan Mei yang lalu.

“Kita tidak boleh underestimate, semuanya all out untuk pengamanannya termasuk pada saat nanti kita Idul Fitrinya, sholat-sholat itu kita perintahkan seluruh jajaran untuk waspada,” kata Machfud Arifin.

Machfud Arifin mengingatkan masyarakat yang hendak menjalankan ibadah sholat Idul Fitri, untuk tetap memperhatikan faktor keamanan tempat untuk sholad Ied, selain kenyamanan saat beribadah.

Ya tentunya kita berharap pada masyarakat, disamping kenyamanan dalam beribadah, jangan lupa faktor keamanan itu perlu dipertimbangkan. Termasuk kalau sholat di tempat-tempat terbuka itu ya yang jangan sampai ada resiko, nanti kendaraan nyelonong macam-macam, dipertimbangkan segi keamanan untuk menjadi hal yang penting,” ujar Machfud.

Pengamanan dalam Kota Surabaya juga ditegaskan Kepala Bidang Humas Pemerintah Kota Surabaya, Mohammad Fisker. Ia mengatakan, bahwa pemerintah kota telah siap mengamankan Surabaya selama libur Lebaran 2018. Pengamanan meliputi berbagai obyek vital, seperti gedung pemerintahan, pusat perokonomian, fasilitas umum, dan juga tempat ibadah.

“Pengamanan untuk libur Lebaran sampai selesainya Lebaran itu ditingkatkan, seperti rumah-rumah ibadah semuanya, yang gereja itu menjadi atensi, artinya lokasi yang dicurigai, yang menjadi perhatiannya pemerintah kota yaitu rumah ibadah, itu ditingkatkan pengawasannya,” ujar Fikser.

Pemkot Surabaya mengerahkan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas), yang bersama Polisi dan TNI akan mengamankan Kota Surabya. Sejumlah gedung gereja akan menjadi perhatian serius pemerintah untuk diamankan, mengingat pada pertengahan Mei lalu, 3 gereja di Surabaya menjadi sasaran serangan bom bunuh diri.

“Jadi tidak seperti biasanya ya, di depan gereja contohnya, kita sudah pasang barrier sama palang kuda, dari Satpol PP, dari Linmas, berkoordinasi dengan Polisi dan TNI untuk melakukan semacam pengawasan dan penjagaan di sana,” imbuhnya.

Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Surabaya dan daerah-daerah lain di Jawa Timur, juga dilakukan sejumlah elemen masyarakt. Mohammad Ridlwan dari Satkorwil Banser Jawa Timur mengungkapkan, telah menyiagakan anggotanya di 400 titik pos mudik di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

“Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian Banser terhadap keamanan lingkungan, dari ancaman dan gangguan yang ingin mengusik NKRI,” kata Ridlwan.

Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Timur, Agatha Retnosari, telah menugaskan anggota Pemuda Katolik di sejumlah daerah, untuk terlibat mengamankan jalannya sholat Ied, umat Islam dapat menjalankan ibadah secara tenang dan aman.

“Beberapa Komisariat Cabang Pemuda Katolik (PK) yang ada di beberapa daerah, mereka ada yang bareng sama Banser, atau komponen kawan-kawan NU yang lain, mereka menjaga tempat sholat Ied. Jadi misalnya yang sudah konfirmasi pasti Kota Batu, mereka akan pakai seragam bareng, terus jaga sholat Ied sama-sama. Kemudian kawan-kawan dari kabupaten Malang, itu juga akan melakukan hal yang sama. Kalau yang untuk Sidoarjo, cuma beberapa orang saja yang akan jaga waktu sholat Ied,” terang Agatha.

Keikutsertaan Pemuda Katolik dalam menjaga keamanan selama Lebaran, menurut Agatha, sebagai bukti masih adanya sesadaran kolektif masyarakat yang menghendaki persatuan dan kerukunan antar umat beragama, khususnya di Jawa Timur.

“Ingin menunjukkan bahwa peristiwa 13 Mei, tidak membuat masyarakat Jawa Timur menjadi terpecah belah. Justru peristiwa bom 13 Mei bisa membangun kesadaran kolektif bersama, bahwa pentingnya Pancasila dan persatuan antar umat beragama perlu terus diperkuat,” pungkas Agatha.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.