Jawa Timur Miliki Rumah Kreatif UMKM

Petrus - 12 January 2017
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meresmikan Rumah Kreatif BUMN di Surabaya (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Provinsi Jawa Timur kini memiliki Rumah Kreatif BUMN (RKB) di Jalan Chairil Anwar No.20 Surabaya, setelah diresmikan Menteri BUMN, Rini Soemarno, Rabu (11/1/2017). RKB ini merupakan tempat pembinaan pelaku UMKM sekaligus tempat singgah para pelaku UMKM, dalam mengembangkan usaha serta mencari solusi untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

Menurut Rini Soemarno, Rumah Kreatif BUMN (RKB) ini merupakan wadah kolaborasi BUMN dalam membentuk Digital Economy Ecosystem, melalui pembinaan bagi UKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UKM itu sendiri.

“Rumah Kreatif BUMN akan diperankan sebagai pusat data dan informasi, serta sebagai pusat edukasi, pengembangan dan digitalisasi UKM. Tujuan utama adalah peningkatan kapasitas dan kapabilitas UKM untuk menjadi UKM yang berkualitas,” kata Rini Soemarno.

Pada tahun 2016 hingga Januari 2017, BUMN mentargetkan membangun 100 rumah kreatif, bekerjasama dengan beberapa bank, seperti Mandiri, BRI, BNI, PLN, dan Pertamina.

“Kalau gak salah targetnya 11 di Januari ini, jadi cukup banyak di Jawa Timur ini. Bila memungkinkan akhir 2017 itu seluruh kabupaten kota sudah terbentuk rumah kreatif,” lanjutnya.

RKB akan membantu pelaku UMKM dan memberikan solusi terhadap pengembangan UMKM, mulai dari masalah pembiayaan, packaging, branding, serta akses modal. Kementerian BUMN menurut Rini, akan berfungsi sebagai agen pembangunan, bukan sekedar sebagai pencetak keuntungan.

“Moto kami sekarang adalah bagaimana BUMN hadir untuk negeri. Jadi saya menekankan BUMN harus terus bersinergi untuk bagaimana kita hadir dan mencerahkan masyarakat Indonesia sesuai Program Nawacita dari Bapak Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Rini juga menekankan agar rumah kreatif ini dapat membantu UMKM yang bergerak di bidang makanan, agar dapat memperoleh sertifikasi halal. Bukan hanya sertifikat halal di Indonesia tapi juga internasional, sehingga mendorong ekspor makanan halal hingga ke luar negeri.

“Harusnya kita bisa memproduksi makanan halal untuk dapat dipasarkan ke seluruh dunia, karena kita negara muslim terbesar di dunia,” imbuh Rini.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Soekarwo, mengapresiasi hadirnya rumah kreatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Jawa Timur. Rencananya seluruh kabupaten kota di Jawa Timur akan memiliki rumah kreatif seperti yang ada di Surabaya.

“Ini program luar biasa untuk mensupport kehidupan ekonomi kreatif. Jatim sudah punya ekonomi kreatif,  tapi kurang terakses terhadap kapital. Saya kira ini sejalan dengan kebijakan industri kreatif bersama Badan Ekonomi Kreatif,” kata Soekarwo.

Data dari BPS Tahun 2013, UMKM di Jatim sebanyak 6,8 juta, dan 1.671 merupakan UMKM ekspor. Dari 6,8 juta ini, 29,97 persen berasal dari industri pengolahan, 17,84 persen dari perdagangan  besar dan kecil, serta 14,42 persen di industri on farm agro. Sedangkan 92 persen tenaga kerja di Jatim berasal dari sektor UMKM.

“Jadi kegiatan seperti ini sangat baik bagi industri agro, terutama untuk meningkatkan kualitas packaging dan pembiayaan. Kalau industri primer sendiri selama ini ada pembiayaan murah dari Bank UMKM dengan bunga 6 persen khusus industri primer agro,” tambahnya.

Di Jawa Timur saat ini memiliki 26 Kantor Perwakilan Dagang di provinsi lain, dan 3 perwakilan dagang aktif di luar negeri yakni di Tianjin, Jepang dan Singapora. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap perkembangan sektor UMKM dan koperasi.

“UMKM kita menyumbang 54,98 persen terhadap PDRB. Tahun ini PDRB 1.851 Triliun Rupiah, dimana sektor UMKM dan koperasi sebanyak 1.017 Triliun Rupiah,” ujarnya.(Ptr/Red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.