Jawa Timur Komitmen Tingkatkan Kualitas Pekerja Melalui Sertifikasi

Petrus - 29 January 2018
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyerahkan Sertifikat Pemagangan di kepada pekerja (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong dilaksanakannya sertifikasi bagi para pekerja, untuk menciptakan pekerja yang lebih kompeten, profesional dan memiliki daya saing.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengatakan, pelaksanaan sertifikasi bagi para pekerja merupakan tuntutan yang harus dilakukan, menghadapi era persaingan global atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Sertifikat ini sangat penting karena kita menghadapi era globalisasi yang dimulai dari MEA, sehingga keahlian pekerja diusahakan memperoleh pengakuan internasional,” kata Saifullah Yusuf.

Melalui sertifikasi ini, diharapkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan para pekerja dapat semakin meningkat, dan lebih diakui sebagai pekerja yang ahli di bidang dan profesinya, sekaligus memiliki sikap dan perilaku yang profesional.

Program sertifikasi ini sendiri merupakan bentuk kerjasama antara pemerintah, perusahaan atau industri, LSP dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang diharapkan mampu menyiapkan tenaga kerja yang kualifikasinya bisa diterima di perusahaan maupun industri.

“Jatim menjadi salah satu provinsi prioritas percepatan sertifikasi, terutama untuk sektor UMKM, karena sektor ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi Jatim,” ujar Gus Ipul, sapaan Wakil Gubernur.

Sertifikasi ini penting dilakukan mengingat jumlah tenaga kerja baru, terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini jumlah tenaga kerja baru di Jawa Timur diprediksi sekitar 326.000 orang, belum termasuk dengan angka pengangguran di tahun sebelumnya.

“Tantangan kita ke depan adalah menyiapkan tenaga kerja baru yang bersertifikat, hal ini sekaligus untuk mengurangi tingkat pengangguran dan mencegah masuknya tenaga asing,” terang Gus Ipul.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Saifullah Yusuf, mengapresiasi perusahaan yang memfasilitasi pekerjanya untuk melaksanakan  sertifikasi.

“Ini sebuah kemitraan yang bagus, baik untuk perusahaan maupun karyawan, dan hal ini penting untuk diteruskan,” imbuhnya.

Ke depan, jumlah pekerja yang memperoleh sertifikasi dapat terus meningkat, tidak hanya di sektor UMKM, tapi juga sektor koperasi yang saat ini berjumlah 30.000 lebih koperasi di Jawa Timur, dengan anggota mencapai 200-500 orang.

Ketua BNSP Sumarna Abdurahman mengatakan, Provinsi Jatim merupakan provinsi yang sangat maju dan serius dalam bidang sertifikasi. Tak hanya itu, Jatim tempat kondusif dalam pegembangan SDM dan usaha.

Selama dua tahun terakhir, hampir 50.000 orang tenaga kerja di Jawa Timur telah melakukan sertifikasi. Tahun 2018 ini diharapkan jumlah pekerja di Jawa Timur yang mengikuti sertifikasi terus meningkat.

“Kami menargetkan, tahun ini kalau bisa 30.000 pekerja di Jatim mengikuti sertifikasi, terlebih Pemprov Jatim sudah berkomitmen untuk terus mendukung program ini,” kata Sumarna.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.