Jawa Timur Komitmen Tegak Lurus Tindak Tegas Pemecah Belah Persatuan Bangsa

Petrus - 22 May 2017
Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Forkopimda Provinsi, Kabupaten & Kota Se-Jawa Timur dalam sebuah pertemuan di Makodam V Brawijaya, Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur berkomitmen untuk tegak lurus melaksanakan dan menindaklanjuti perintah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam menindak tegas semua pihak yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Komitmen yang sekaligus perintah kepada di tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur ini, disampaikan semua anggota Forkopimda Jawa Timur, didepan para Forkopimda kabupaten/kota se-Jatim, di Balai Prajurit, Kodam V Brawijaya, Surabaya, Senin (22/5/2017).

Penyampaian komitmen disampaikan oleh Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Agus Suhardi, Kajati Jatim E.S. Maruli Hutagalung,  Pangamartim Laksamana Muda TNI Darwanto, Ketua Pengadilan Tinggi Jatim H. Abdul kadir, Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Machfud Arifin, serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Kepada Bupati dan Walikota, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan sikap tegak lurus dan sinergis antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sesuai pasal 63-68 UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana Indonesia terbagi menjadi provinsi, dan provinsi dibagi menjadi kabupaten/kota.

“Terdapat sanksi, mulai peringatan pertama, kedua, disekolahkan, serta dicopot dari  jabatan, jika tegak lurus dan sinergi ini tidak dilakukan,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Komitmen tegak lurus ini, kata Seokarwo, sangat penting untuk menciptakan kondisi Jawa Timur yang aman dan nyaman. Apabila ada gangguan sedikit di wilayah Jawa Timur, maka akan berdampak sangat besar, bukan hanya Jawa Timur, tetapi wilayah lain di Indonesia bagian timur. Salah satunya gangguan, untuk alur distribusi barang dan jasa.

“Keterlambatan pengiriman logistik pangan selama 3 hari saja oleh Jawa Timur pada provinsi-provinsi lain di Indonesia bagian timur, menjadikan melonjaknya komoditi beras, terigu dan minyak goreng wilayah Indonesia timur secara langsung. Oleh karena keamanan dan kenyamanan Jawa Timur menjadi sebuah tindakan penting bagi negeri ini,” ujar Soekarwo.

Dengan terciptanya keamanan dan kenyamanan, Soekarwo yakin bahwa proses pembangunan khususnya di Jawa Timur akan dapat berjalan sesuai rencana.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.